Jawa Pos Radar Madiun – Evakuasi Santosa, 28, warga Desa Cangakan, Ngawi, berlangsung menegangkan.
Pria tersebut mengacungkan celurit ketika petugas gabungan berupaya mengevakuasinya, Minggu (27/9).
Proses selama lebih dari satu jam itu akhirnya menemukan celah ketika perhatian Santosa teralih oleh dering ponselnya.
Sebelum petugas datang, Santosa diduga menganiaya ibu kandungnya dan nyaris membakar rumah.
Aksinya disebut bermula setelah kehilangan dompet berisi uang, KTP, dan SIM tiga hari sebelumnya.
Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Ngawi Budiono mengatakan, Santosa sehari-hari bekerja sebagai operator traktor sawah.
Menurut Budiono, Santosa memiliki riwayat cedera kepala akibat kecelakaan lalu lintas yang disebut memengaruhi emosinya ketika menghadapi masalah.
’’Ibunya dipukuli sampai harus diungsikan ke rumah tetangga. Rumahnya juga sempat mau dibakar menggunakan korek api, beruntung berhasil dicegah oleh warga,’’ terang Budiono.
Situasi semakin genting ketika Santosa mengambil sebilah celurit dan mengibaskannya berulang kali.
Kepala desa setempat yang mencoba menenangkan situasi turut mendapat ancaman.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Satpol PP Ngawi. Personel kepolisian dan TNI turut diterjunkan untuk membantu proses evakuasi.
’’Waktu kami bujuk dan ajak bicara baik-baik, dia malah mengacung-acungkan celurit ke arah petugas,’’ ungkapnya.
Petugas gabungan berupaya mencari cara untuk mengamankan Santosa tanpa menimbulkan korban. Proses tersebut berlangsung lebih dari satu jam.
Kesempatan baru muncul ketika ponsel milik Santosa berdering. Perhatiannya beralih sehingga petugas dapat mendekat dan melakukan penyergapan.
’’Begitu dia lengah karena fokus ke ponselnya, langsung kami sergap bersama-sama. Celuritnya kami amankan terlebih dahulu, baru kemudian pelaku kami lumpuhkan,’’ jelas Budiono.
Untuk menghindari risiko selama perjalanan, tangan dan kaki Santosa diikat sebelum dievakuasi menuju RSUD dr Soeroto Ngawi guna mendapatkan penanganan medis.
’’Saat ini pelaku dirawat di ruang Teratai RSUD dr Soeroto Ngawi,’’ pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto