Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membayangi warga Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Ngawi, pada Rabu (30/9) dini hari.
Kobaran api yang membakar vegetasi pinus di Gunung Butak dan Gunung Pawon, kawasan RPH Salam, BKPH Lawu Utara, sempat merembet cepat dan mendekati area permukiman penduduk.
Camat Sine Agus Dwi Narimo mengonfirmasi bahwa penanganan intensif yang dilakukan secara maraton hingga dini hari berhasil memutus pergerakan laju api menuju rumah-rumah warga.
"Kondisi sudah terkendali sekitar pukul 02.00 WIB. Api berhasil kita bendung sehingga tidak menjalar ke pemukiman. Petugas dan relawan di lapangan merespons cepat dengan membuat sekat bakar serta menyiagakan dua unit mobil pemadam kebakaran. Saat ini situasi sudah relatif aman," terang Agus.
Langkah cepat pemadaman ini mendapat atensi mendalam dari Pemkab Ngawi.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menegaskan bahwa keselamatan warga di sekitar kawasan lereng hutan menjadi prioritas paling krusial.
Begitu menerima laporan, Pemkab langsung mengonsolidasikan BPBD, Koramil, Polsek setempat, serta warga untuk bergotong-royong menjinakkan si jago merah.
"Prioritas utama kami adalah melokalisasi api lewat pembasahan dan pembuatan sekat bakar. Sebab, titik lahan yang terbakar jaraknya sangat dekat dengan rumah-rumah penduduk," ujar pria yang akrab disapa Antok tersebut.
Ia mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang berhasil membentengi permukiman warga dari serbuan api.
Terkait pemicu awal terbakarnya kawasan hutan pinus tersebut, Antok menyebut fokus utama saat ini masih pada tahap penyisiran sisa bara api dan pemantauan titik panas (hotspot).
"Kami belum mengarah ke investigasi penyebab. Yang terpenting api dipastikan padam total dan tidak meluas. Untuk penyebabnya, nanti ada pihak berwenang yang akan mengusut lebih lanjut," tegasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto