Jawa Pos Radar Madiun – Isak tangis dan penyesalan mendalam menyelimuti kedatangan jenazah Doddy Soemarno (37) di rumah duka Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi, pada Rabu (30/9) sekitar pukul 10.00 WIB.
Doddy merupakan salah satu korban jiwa dari insiden tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Banjarmasin.
Suasana haru kian pecah saat peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans.
Putra sulung almarhum, Kenzo Alfaro Putra Dyandra (12), menangis histeris seakan tak mempercayai kepergian sang ayah yang begitu cepat.
Sementara itu, sang istri, Shelvia Dwi Ratnasari (32), tampak lemas dan nyaris pingsan menyaksikan kenyataan pahit tersebut.
Mertua almarhum, Heri Siswanto, menuturkan bahwa kepastian informasi penemuan jasad Doddy baru diterima pihak keluarga dari Basarnas Banjarmasin pada Senin (28/9) siang.
"Almarhum ditemukan di dalam kamar kapal," ujar Heri penuh duka.
Doddy diketahui mengadu nasib sebagai kernet truk ekspedisi rute Surabaya–Banjarmasin dan baru melakoni pekerjaan tersebut selama tiga bulan.
Ia berangkat menuju Banjarmasin dari Surabaya pada Sabtu (12/9), sehari sebelum kapal dikabarkan karam pada Minggu (13/9).
Sebelum menaiki kapal, Doddy sempat merentangkan komunikasi terakhir lewat sambungan telepon kepada istrinya.
Tak ada yang menyangka, percakapan singkat itu menjadi salam perpisahan.
"Waktu telepon itu dia menitip pesan agar anak-anaknya dijaga dan dididik dengan baik," kenang Heri.
Kepergian almarhum meninggalkan seorang istri dan dua putra yang masih belia, yakni Kenzo yang duduk di kelas VI SD serta Arzenio Candy Putra Dyandra yang baru masuk kelas I SD.
Kepala Dinas Sosial Ngawi Anang Heri Prabowo menjelaskan, pihaknya menerima konfirmasi penemuan dan identifikasi dari Dinsos Jawa Timur serta instansi terkait pada Selasa (29/9).
Koordinasi pemulangan pun langsung dipacu malam itu juga.
"Tim langsung meluncur ke Surabaya malam harinya untuk proses penjemputan. Jenazah tiba di rumah duka untuk disalatkan sebelum diberangkatkan ke pemakaman umum setempat," terang Anang. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto