Jawa Pos Radar Madiun – Gerbong mutasi di lingkup Pemkab Ngawi kembali bergerak.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono merotasi pucuk pimpinan di tiga instansi strategis: Inspektorat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) pada Kamis (1/10).
Dalam pergeseran ini, Noor Hasan Muntaha yang sebelumnya menjabat Kepala Disdukcapil resmi ditunjuk sebagai Inspektur Kabupaten Ngawi untuk mengisi posisi pimpinan yang sempat kosong.
Posisi Kepala Disdukcapil yang ditinggalkan Noor Hasan kini diamanahkan kepada Wahyu Sri Kuncoro.
Sementara itu, posisi Kepala Bakesbangpol yang sebelumnya dipegang Wahyu kini beralih ke Agus Hariyanto, mantan Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Ngawi.
Ketiga pimpinan instansi tersebut dilantik bersama 16 pejabat struktural lainnya di Pendapa Wedya Graha.
Secara keseluruhan, terdapat 19 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas yang mengucap sumpah jabatan.
Bupati Ony Anwar Harsono menjelaskan, perombakan ini merupakan kesinambungan dari penerataan manajemen talenta yang bergulir sejak beberapa bulan terakhir.
Pengisian jabatan strategis tersebut membutuhkan proses ketat lantaran wajib mengantongi izin dari pemerintah pusat dan provinsi.
Khusus untuk posisi Kepala Disdukcapil, prosesnya memerlukan persetujuan serta rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sedangkan pengangkatan Inspektur Kabupaten wajib mendapatkan rekomendasi resmi dari Gubernur Jawa Timur.
"Mengapa rekomendasi dan persetujuan ini sangat krusial, sebab secara fungsi, kewenangan, dan tanggung jawab jabatannya amat luar biasa," ujar Ony.
Ony memaparkan, Disdukcapil memegang pilar utama dalam pemenuhan hak pelayanan administrasi kependudukan warga.
Di sisi lain, Inspektorat selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) merupakan benteng utama pengawalan tata kelola pemerintahan—mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring evaluasi.
Adapun Bakesbangpol mengemban peran tak kalah krusial dalam merawat kondusivitas komunikasi antara pemkab dengan lintas pemangku kepentingan serta elemen masyarakat.
"Ketiga posisi ini amat vital, sehingga proses penataannya harus dilakukan secara cermat dan berbasis kompetensi," tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Ony mendesak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk memegang teguh integritas, komitmen, dan kejujuran.
Menurutnya, jajaran pimpinan yang solid menjadi mata dan telinga kepala daerah dalam menyerap fakta riil di lapangan.
"Jika mereka bekerja optimal dan berintegritas tinggi, insya Allah setiap keputusan dan kebijakan yang diambil bupati akan mendatangkan kemanfaatan maksimal bagi masyarakat Ngawi," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto