DKPP Ngawi: Dengan PRLB, Produktivitas Pertanian Meningkat dan Kesuburuan Terjaga

Deni Kurniawan • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 16:18 WIB
BERKOMITMEN: DKPP Ngawi dinobatkan sebagai Top Public Service Jawa Pos Radar Madiun Awards 2026. Penghargaan diserahkan oleh Wabup Ngawi Dwi Rianto Djatmiko kepada Kepala DKPP Supardi.
BERKOMITMEN: DKPP Ngawi dinobatkan sebagai Top Public Service Jawa Pos Radar Madiun Awards 2026. Penghargaan diserahkan oleh Wabup Ngawi Dwi Rianto Djatmiko kepada Kepala DKPP Supardi.

Jawa Pos Radar Madiun - Transformasi pertanian berkelanjutan terus digencarkan. Salah satunya melalui program PRLB untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan kimia sintetis sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.

Kepala DKPP Ngawi Supardi mengungkapkan, penggunaan bahan kimia sintetis secara berlebihan berdampak terhadap penurunan kualitas tanah.

Berdasarkan kajian bersama akademisi, kadar C-Organik tanah di Ngawi sempat berada di bawah 0,5 persen. Padahal, standar idealnya di atas 3 persen.

"Melalui PRLB, kami ingin mengembalikan kesuburan tanah dan menjamin keamanan pangan masyarakat secara berkelanjutan," ujarnya.

Implementasi PRLB menunjukkan perkembangan signifikan. Luas lahan konservasi yang pada 2021 baru 718 hektare meningkat menjadi 27.397 hektare pada 2025.

Angka tersebut setara 55,2 persen dari total luas baku sawah Ngawi yang mencapai 49.622 hektare. Produktivitas budidaya PRLB pada 2025 mencapai 6,22 ton gabah kering giling (GKG) per hektare. Lebih tinggi dibandingkan metode konvensional sebesar 5,78 ton GKG per hektare.

Untuk memperluas penerapan PRLB, DKPP Ngawi memfasilitasi 214 unit Desa Lumbung Mikroorganisme Lokal (MOL), pengembangan rumah burung hantu, serta klinik tani sehat.

Layanan tersebut didukung teknologi drone sprayer dan pemeriksaan tanah gratis berbasis precision farming.

"Kami mengintensifkan sekolah lapang, pelatihan bersama penyuluh, pembagian saprodi gratis melalui gerakan Jumat Berkah, serta kolaborasi lintas OPD hingga pemanfaatan dana desa," ungkap Supardi.

Dalam jangka panjang, DKPP Ngawi menyiapkan pembentukan lembaga sertifikasi independen, pengembangan unit pengolahan pupuk organik (UPPO), serta kerja sama riset dengan akademisi.

Atas upaya tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi menyabet penghargaan Top Public Service di Radar Madiun Awards 2026. (sae/naz/den/*)

Editor : Deni Kurniawan
jawa pos radar madiun awards 2026 DKPP Ngawi pertanian Penghargaan PRLB Ngawi