Jawa Pos Radar Madiun – Bulus Tawun bakal menjadi wajah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur 2026.
Satwa khas Ngawi tersebut menginspirasi lahirnya Bubu, maskot tunggal dua ajang olahraga pelajar tingkat provinsi itu.
Bubu diwujudkan dalam karakter kura-kura yang mengambil inspirasi dari bulus di kawasan Taman Wisata Tawun, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi Wiwien Purwaningsih mengatakan, pemilihan bulus sebagai maskot didasarkan pada kekhasannya yang melekat dengan Ngawi.
’’Satwa berada di Taman Wisata Tawun, Desa Tawun, Kasreman. Daerah lain tidak memiliki ini, sehingga menjadi ciri khas tersendiri bagi Ngawi," ujar Wiwien, Rabu (7/10).
Kehadiran Bubu tidak hanya ditujukan untuk menyemarakkan Popda XV dan Peparpeda III Jawa Timur 2026. Maskot tersebut sekaligus membawa misi mengenalkan kearifan lokal dan edukasi konservasi.
’’Memperkenalkan bahwa Ngawi memiliki satwa langka yang dilindungi dan berkembang biak dengan baik. Jadi sekaligus menjadi ajang promosi wisata daerah," ujarnya.
Bulus di kawasan Sendang Beji Tawun juga lekat dengan legenda Ki Ageng Mentaun dan putranya, Raden Lodrojoyo.
Dalam legenda yang berkembang, Raden Lodrojoyo melakukan tapa kungkum demi mengalirkan sumber air untuk pertanian masyarakat hingga akhirnya mukso dan menyatu dengan Sendang Beji.
’’Nilai pengorbanan dan ketangguhan inilah yang diwariskan dalam sosok Bubu," terangnya.
Setiap elemen visual Bubu dirancang membawa pesan bagi para atlet. Obor api emas yang digenggam di tangan kanan menjadi simbol semangat olahraga yang tak pernah padam, pantang menyerah, sportivitas, serta cita-cita meraih prestasi tertinggi.
Ekspresi tersenyum dan tatapan optimistis menggambarkan karakter pelajar Jawa Timur yang inklusif, sportif, ramah, dan bermental juara.
Sementara itu, tempurung menjadi simbol perlindungan, kemandirian, serta ketahanan mental menghadapi kompetisi.
Warna hijau yang mendominasi Bubu dikaitkan dengan identitas Jawa Timur dan Ngawi sebagai salah satu daerah penghasil padi.
Warna terakota atau merah bata melambangkan energi dan daya juang, sedangkan aksen putih merepresentasikan kejujuran serta persaudaraan.
’’Melalui maskot Bubu, kami ingin mengajarkan bahwa menjadi juara bukan sekadar siapa yang paling cepat atau kuat, melainkan siapa yang mampu bertahan, pantang menyerah, dan percaya pada proses," pungkas Wiwien. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto