Beasiswa Mahasiswa Ngawi 2026 Molor, Oktober Pendaftaran Belum Dibuka

Asep Syaeful • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:20 WIB
BELUM DIBUKA: Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyalurkan beasiswa mahasiswa berprestasi pada Agustus tahun lalu. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI
BELUM DIBUKA: Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyalurkan beasiswa mahasiswa berprestasi pada Agustus tahun lalu. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Madiun – Penyaluran beasiswa mahasiswa asal Ngawi tahun anggaran 2026 berpacu dengan waktu.

Memasuki Oktober, pendaftaran belum juga dibuka. Padahal, tahun lalu bantuan tersebut sudah disalurkan sejak Agustus.

Waktu yang tersisa hingga tutup tahun anggaran tinggal sekitar tiga bulan.

Sementara, sejumlah tahapan masih harus dilalui, mulai pembukaan pendaftaran, seleksi berkas, hingga verifikasi dokumen calon penerima.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Ngawi Anang Heri Prabowo mengatakan, keterlambatan dipicu proses penyesuaian peraturan bupati (Perbup) yang harus diharmonisasikan dengan regulasi di tingkat Provinsi Jawa Timur.

’’Perbup-nya masih dicheck dan harus naik ke Biro Hukum di Pemerintah Provinsi. Regulasi saat ini memang menuntut adanya peninjauan kembali dan pembaharuan Perbup,’’ ujar Anang saat dikonfirmasi, Rabu (7/10).

Anang menyebut secara substansi tidak terdapat persoalan mendasar dalam regulasi tersebut.

Dinsos kini masih menunggu hasil fasilitasi dan evaluasi Perbup dari Biro Hukum Pemprov Jatim sebelum pendaftaran resmi dibuka.

Mepetnya waktu membuat proses seleksi hingga pencairan harus dikebut. Anang berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan sebelum tahun anggaran berakhir.

’’Kami masih berupaya untuk itu. Targetnya mudah-mudahan bulan ini sudah bisa dibukakan pendaftarannya, dan parallel kita persiapkan prosesnya,’’ ujarnya.

Besaran beasiswa tahun ini tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya, yakni Rp 5 juta per mahasiswa.

Namun, jumlah penerima mengalami penyesuaian akibat keterbatasan anggaran daerah.

Dari target awal 1.000 mahasiswa, kuota akhirnya dipangkas menjadi 800 penerima.

Kriteria dan persyaratan calon penerima disebut tidak mengalami perubahan signifikan.

Beasiswa tetap diprioritaskan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, khususnya lulusan tahun berjalan yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

’’Persyaratan masih sama seperti tahun lalu, seperti capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,4 pada semester sebelumnya,’’ pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
mahasiswa berprestasi ngawi beasiswa mahasiswa Dinsos Ngawi