Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas, 4.303 Jiwa Terdampak Kekeringan

Asep Syaeful • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:00 WIB
DAMPAK KEMARAU: Petugas mendistribusikan air bersih ke salah satu wilayah terdampak kekeringan di Ngawi. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI
DAMPAK KEMARAU: Petugas mendistribusikan air bersih ke salah satu wilayah terdampak kekeringan di Ngawi. ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Madiun – Krisis air bersih akibat kemarau di Ngawi belum mereda. Hingga awal Oktober, sebanyak 4.303 jiwa yang tersebar di 28 dusun masih terdampak kekeringan.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Ngawi Partoyo mengatakan, wilayah terdampak tersebar di 21 desa pada tujuh kecamatan.

’’Dampak kekeringan dirasakan 1.484 KK (kepala keluarga) atau 4.303 jiwa,’’ ujar Partoyo, Rabu (7/10).

Jumlah wilayah terdampak masih berpotensi bertambah apabila kondisi kering berkepanjangan. BPBD pun terus memantau perkembangan kebutuhan air bersih masyarakat.

Sejauh ini, BPBD Ngawi telah mendistribusikan sebanyak 200 tangki air bersih ke daerah terdampak kekeringan. Total air yang disalurkan mencapai sekitar 1,2 juta liter.

Distribusi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama sumber air di wilayah terdampak belum kembali normal.

Kondisi kemarau berkepanjangan membuat ketersediaan air menjadi perhatian.

Cuaca panas juga mempercepat penguapan sehingga dapat memperburuk kondisi sumber-sumber air yang mulai menyusut.

Dengan kemarau yang belum berakhir, masyarakat diminta menghemat penggunaan air untuk menjaga ketersediaan selama periode kekeringan.

’’Kami mengimbau masyarakat menggunakan air bersih secara bijak dan efisien,’’ pungkas Partoyo. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
kemarau BPBD Ngawi krisis air bersih ngawi kekeringan