Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Buthak dan Gunung Pawon, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, meninggalkan kerusakan cukup luas.
Sekitar 60 hektare lahan di dua gunung tersebut hangus dilalap api. Kobaran bahkan sempat merambat mendekati permukiman warga sebelum akhirnya berhasil dipadamkan tim gabungan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi Prila Yuda Putra mengatakan, kebakaran melanda kawasan hutan yang masuk wilayah Desa Kuniran dan Desa Sumbersari, Kecamatan Sine.
‘’Total luasan yang terbakar sekitar 60 hektare, mencakup area di Desa Kuniran dan Desa Sumbersari," kata Prila, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Prila, tim gabungan telah berhasil memadamkan seluruh titik api di kawasan Gunung Buthak dan Gunung Pawon.
Berdasarkan perkembangan terakhir, kondisi kedua lokasi kebakaran sudah dinyatakan aman. ‘’Klir, tidak ada api lagi,’’ ungkapnya.
Meski api telah padam, penanganan pascakebakaran masih diperlukan.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu DS tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat pohon yang terdampak kebakaran.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemangkasan pohon yang rawan tumbang.
Terutama di sekitar jalur penghubung Desa Sine menuju Desa Sumbersari yang menjadi akses mobilitas masyarakat.
‘’Agar tidak mengganggu akses lalu lintas warga yang melintas di jalur Jalan Desa Sine menuju Desa Sumbersari," ujarnya.
BPBD Ngawi juga menyoroti risiko kebakaran susulan. Sebab, kobaran api sebelumnya sempat menjalar hingga mendekati kawasan permukiman warga.
Untuk meminimalkan ancaman tersebut, BPBD memberikan sejumlah arahan kepada pengelola kawasan hutan.
Salah satunya memperlebar sekat bakar di area perbatasan hutan dengan permukiman.
Sekat bakar berfungsi membatasi perambatan api sehingga kebakaran tidak mudah meluas ke kawasan yang berdekatan dengan rumah warga.
"Pembuatan sekat bakar yang lebih lebar di area perbatasan penting dilakukan agar jika terjadi kebakaran susulan, api tidak sampai ke rumah warga," katanya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto