Gudang Toko Maju Mapan di Ngawi Terbakar, Kerugian Rp 100 Juta dan Satu Motor Hangus

Asep Syaeful • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 02:18 WIB
KEBAKARAN GUDANG: Petugas Damkarmat Satpol PP Ngawi memadamkan kebakaran gudang Toko Maju Mapan di Desa Pangkur, Kecamatan Pangkur, Minggu (11/10/2026).
KEBAKARAN GUDANG: Petugas Damkarmat Satpol PP Ngawi memadamkan kebakaran gudang Toko Maju Mapan di Desa Pangkur, Kecamatan Pangkur, Minggu (11/10/2026).

Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran melanda gudang Toko Maju Mapan di tepi Jalan Raya Desa Pangkur, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Minggu (11/10/2026) siang.

Api menghanguskan tumpukan kabel dan sejumlah barang dagangan di bangunan dua lantai tersebut.

Satu sepeda motor juga dilaporkan ikut terbakar. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 ketika toko masih beroperasi. Belasan karyawan berhamburan keluar bangunan untuk menyelamatkan diri setelah api muncul dan membesar di area gudang.

Salah seorang karyawan, Meilisa Putri Rosalinda, 25, menjadi orang pertama yang mengetahui kebakaran tersebut.

Saat berada di gudang, dia mencium bau seperti kabel terbakar. Tak berselang lama, kobaran api muncul dan dengan cepat membesar.

’’Awalnya tercium bau kabel terbakar, terus tiba-tiba muncul api dan langsung membesar,’’ ujarnya.

Api kemudian menjalar ke bagian gudang berukuran sekitar 15 x 18 meter yang terdiri atas dua lantai.

Banyaknya barang yang tersimpan di dalam bangunan, termasuk tumpukan kabel, membuat kobaran api sulit dikendalikan pada awal kejadian.

Karyawan yang berada di lokasi segera keluar menyelamatkan diri.

Sementara itu, warga sekitar berdatangan untuk membantu mengevakuasi barang dagangan sekaligus berupaya mencegah api merembet ke bangunan utama toko.

Agung Budiono, 45, warga setempat, mengatakan, kepanikan sempat terjadi karena sejumlah sepeda motor masih berada di dalam bangunan ketika kebakaran berlangsung.

Toko yang menjual aksesori telepon seluler dan menyediakan layanan WiFi tersebut diketahui masih melayani aktivitas usaha saat api mulai berkobar.

’’Toko masih buka dan karyawan panik karena ada sejumlah sepeda motor terjebak di dalam, bahkan ada satu motor yang ikut terbakar,’’ ungkapnya.

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Satpol PP Ngawi yang menerima laporan kemudian melakukan pemadaman.

Proses penanganan turut melibatkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.

Petugas harus mengerahkan pasokan air dalam jumlah besar untuk menjinakkan api.

Tumpukan kabel WiFi dan barang-barang di dalam gudang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Operasi Damkarmat Satpol PP Ngawi Catur Sri Wiyanto mengatakan, petugas menghabiskan tujuh tangki air untuk memadamkan api sekaligus melakukan pembasahan.

Kobaran api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.20 atau lebih dari dua jam sejak kebakaran diketahui.

’’Guna pemadaman dan pembasahan hingga tuntas, petugas menghabiskan tujuh tangki air dengan dibantu personel gabungan TNI, Polri, BPBD Ngawi, relawan, dan warga,’’ jelasnya. (sae/her)

Editor : Hengky Ristanto
Damkarmat Satpol PP Ngawi gudang toko maju mapan kebakaran ngawi ngawi Korsleting Listrik