Jawa Pos Radar Madiun – Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat menuntut hadirnya kesadaran moral tinggi dalam berinteraksi di jagat maya.
Ketikan serta unggahan jemari di media sosial pada dasarnya merupakan cerminan dari lisan seseorang yang memiliki pertanggungjawaban moral dan spiritual.
Pesan fundamental ini digaungkan secara lantang oleh Aydin Khalfhani Reagan pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Ngawi, Senin (12/10).
Tampil percaya diri di panggung Pendapa Wedya Graha mewakili MTsN 7 Ngawi, Aydin membawakan topik "Jaga Lisan, Jaga Jemari: Remaja Islami yang Bijak Bermedia Sosial dan Santun Berinteraksi".
Di hadapan dewan juri dan para audiens, ia menguraikan bagaimana syariat Islam secara komprehensif telah memberikan panduan dalam berkomunikasi, baik secara verbal maupun melalui tulisan di era digital.
Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Global Xiaomi 18 Pro Max Muncul di Geekbench, Bawa RAM 12 GB
Menurut Aydin, perintah untuk memelihara lisan dari perkataan jahat, kebohongan, maupun fitnah sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadis Nabi tidaklah usang oleh zaman.
Prinsip-prinsip tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam aktivitas jemari saat mengetik pesan, memberikan komentar, atau membagikan konten di platform media sosial.
"Al-Qur'an dan Hadis secara tegas mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga lisan. Di era digital saat ini, perintah tersebut juga mencakup ketikan jemari kita saat bermedia sosial agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain," tegas Aydin dengan nada penyampaian yang mantap dan menggugah.
Pesan bernuansa penyejuk iman dari santri MTsN 7 Ngawi ini sukses memantik apresiasi riuh dari para hadirin yang memadati tempat acara.
Lewat tausiyahnya, Aydin berhasil mengingatkan bahwa cermin keimanan seorang remaja Islami di era modern adalah kemampuannya menundukkan lisan dan ketikan jemarinya demi merawat kedamaian serta keharmonisan di alam nyata maupun maya. (*)
Editor : Mizan Ahsani