Jawa Pos Radar Madiun – Kemajuan era digitalisasi membawa banyak kemudahan, namun juga menyimpan potensi dampak negatif yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat.
Pesan kewaspadaan tersebut disampaikan secara lugas oleh Haikal Aqila Putra pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Ngawi, Senin (12/10).
Tampil percaya diri di atas panggung Pendapa Wedya Graha mewakili SMPTQ Madinatul Huffadz, Haikal membawakan tajuk "Jaga Lisan, Jaga Jemari: Remaja Islami yang Bijak Bermedia Sosial dan Santun Berinteraksi".
Di hadapan dewan juri dan audiens, ia menyoroti maraknya fenomena berita bohong atau hoaks yang mudah menyebar di berbagai platform media sosial.
Baca Juga: Aydin Khalfhani Tekankan Pentingnya Jaga Lisan dan Jemari di Festival Dai Cilik 2026
Menurut Haikal, seorang remaja Islami yang sejati harus memiliki cermin keimanan melalui sikap yang bijak dan santun saat berinteraksi di ruang digital.
"Hidup di era digitalisasi memang memberikan banyak kemudahan, namun juga membawa dampak negatif seperti maraknya hoaks. Remaja Islami harus santun dan bijak menyikapinya," ujar Haikal dengan nada tegas.
Pesan bernuansa edukatif dan Islami dari siswa SMPTQ Madinatul Huffadz ini sukses mendapatkan apresiasi hangat dari seluruh hadirin yang memadati venue acara.
Lewat tausiyahnya, Haikal berhasil menekankan bahwa kesantunan berinteraksi di alam siber merupakan cerminan utama dari kualitas budi pekerti generasi muda muslim masa kini. (*)
Editor : Mizan Ahsani