Jawa Pos Radar Madiun – Setiap ketikan dan unggahan sederhana di layar gawai pada dasarnya memiliki daya jangkau tanpa batas yang dapat memberikan pengaruh luar biasa di jagat siber.
Dampak luas dari interaksi digital tersebut disoroti oleh Rosyidatu Imroatu Nur Ismawati pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Ngawi, Senin (12/10).
Tampil percaya diri di panggung Pendapa Wedya Graha mewakili SMPN 1 Karangjati, Rosyidatu membawakan topik "Jaga Lisan, Jaga Jemari: Remaja Islami yang Bijak Bermedia Sosial dan Santun Berinteraksi".
Baca Juga: Mengejar Viral tapi Lupa Salat, Mila Birrahma Ajak Pelajar Teladani Rasulullah
Di hadapan dewan juri, ia menguraikan analogi sederhana namun mendalam mengenai ukuran fisik jempol manusia dengan skala pengaruh yang dihasilkannya di platform media sosial.
"Jempol kita memang kecil, tetapi ketikannya bisa memberikan dampak yang sangat besar di media sosial. Baik atau buruknya dampak itu bergantung pada sejauh mana kita menjaganya," tutur Rosyidatu.
Siswi SMPN 1 Karangjati ini menegaskan bahwa sebaris kalimat yang diketik oleh jempol kecil dapat memicu kebaikan yang meluas, namun juga berisiko menimbulkan kegaduhan atau menyakiti perasaan orang lain jika tidak didasari rasa tanggung jawab. (*)
Editor : Mizan Ahsani