Jawa Pos Radar Madiun – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah membawa peradaban manusia ke babak baru, di mana batas antara interaksi fisik dan mesin kini semakin membaur dalam kehidupan sehari-hari.
Lompatan teknologi yang sangat pesat tersebut disikapi secara bijak oleh Alfina Damayanti pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Ngawi, Senin (12/10).
Tampil percaya diri di panggung Pendapa Wedya Graha mewakili SMP Ma'arif Ngawi, Alfina membawakan topik "Remaja Islami Berakhlak Mulia: Menebar Kebaikan di Dunia Nyata dan Media Sosial".
Baca Juga: Alika Syafana Tegaskan Pentingnya Tidak Menyebar Hal Negatif di Medsos pada Festival Dai Cilik 2026
Di hadapan dewan juri, ia menguraikan realitas terkini di mana generasi muda tidak lagi sekadar menggunakan teknologi, melainkan sudah hidup berdampingan dengan kecerdasan buatan.
"Saat ini kita hidup berdampingan dengan AI. Namun secanggih apa pun teknologi, kita harus tetap kembali kepada sosok Rasulullah SAW sebagai teladan terbaik agar kita selalu berada di jalan yang benar dan memiliki akhlak mulia," tegas Alfina di hadapan para audiens.
Menurutnya, pilar akhlakul karimah yang diajarkan Rasulullah merupakan kompas hidup hakiki bagi para pelajar agar tetap memegang teguh nilai kepedulian, kejujuran, dan kesantunan di tengah derasnya arus modernisasi. (*)
Editor : Mizan Ahsani