Aqila Zianka: Handphone Boleh Ada di Genggaman, tapi Iman Harus Selalu Ada dalam Hati

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 16:19 WIB
Aksi ceramah menginspirasi Aqila Zianka Hanafi dari MTsN 6 Ngawi saat menegaskan pentingnya menjaga iman di tengah ketergantungan gawai pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 di Pendapa Wedya Graha, Ngawi, Senin (12/10).
Aksi ceramah menginspirasi Aqila Zianka Hanafi dari MTsN 6 Ngawi saat menegaskan pentingnya menjaga iman di tengah ketergantungan gawai pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 di Pendapa Wedya Graha, Ngawi, Senin (12/10).

Jawa Pos Radar Madiun – Kehidupan Generasi Z (Gen Z) saat ini hampir tidak dapat dipisahkan dari keberadaan gawai dan koneksi internet yang menyertai setiap aktivitas keseharian mereka.

​Keterikatan yang tinggi antara remaja dan ruang siber tersebut disikapi secara arif oleh Aqila Zianka Hanafi pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Ngawi, Senin (12/10).

​Tampil percaya diri di panggung Pendapa Wedya Graha mewakili MTsN 6 Ngawi, Aqila mengusung topik "Jaga Lisan, Jaga Jemari: Remaja Islami yang Bijak Bermedia Sosial dan Santun Berinteraksi".

Baca Juga: Jangan Hanya Cari Viral, Alzanny Ghayda Ajak Anak Muda Tebar Inspirasi di Festival Dai Cilik 2026

​"Gen Z hidup di era digital. Belajar bisa pakai handphone, dakwah pun sekarang bisa lewat media sosial. Teknologi memang sudah menjadi bagian dari hidup kita," tutur Aqila.

​Menurutnya, ketersediaan akses tanpa batas di jejaring sosial memerlukan kendali moral yang kokoh agar tidak menjerumuskan pengguna pada hal-hal yang tidak bermartabat.

​"Ingat, handphone memang ada di genggaman, tetapi iman harus tetap tertanam di dalam hati kita," tegas Aqila. (*)

Editor : Mizan Ahsani
Festival Dai Cilik 2026 anak muda media sosial ngawi remaja