Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Gen Z Internasional Jatim Kab. Madiun Kesehatan Kota Madiun Magetan Musik Nasional Ngawi Olahraga Opini Pacitan Ponorogo

Petani Ramai-ramai Gadaikan Traktor untuk Biaya Sekolah Anak, Potret Pendidikan Jelang Tahun Ajaran Baru

Asep Syaeful • 2024-07-11 18:30:00
BERJAJAR RAPI: Sejumlah traktor di gudang Pegadaian Ngawi yang digadaikan pemiliknya saat momen masuk sekolah atau tahun ajaran baru.
BERJAJAR RAPI: Sejumlah traktor di gudang Pegadaian Ngawi yang digadaikan pemiliknya saat momen masuk sekolah atau tahun ajaran baru.

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun - Perasaan bahagia bercampur galau campur aduk di benak para orang tua di Kabupaten Ngawi saat tahun ajaran baru.

Senang karena buah hatinya masih berkesempatan melanjutkan pendidikan. Disisi lain, bayang-bayang merogoh kocek lebih dalam kerap masuk dalam pikiran para wali murid.

Tidak heran jika momen daftar ulang terkesan menjadi momok bagi para orang tua atau wali murid di Kabupaten Ngawi.

Meski tak sedikit orang tua yang kerap berujar mirip pepatah "gapailah cita-citamu setinggi langit" kepada buah hatinya.

Mereka kerap dihantui biaya sekolah yang harus dikeluarkan agar si buah hati berpendidikan untuk cita-citanya.

Tidak salah jika belakangan muncul istilah di kalangan orang tua tahun ajaran baru berarti butuh uang lebih.

Sejumlah orang tua di Ngawi pun harus ikut "menyekolahkan" barang berharga miliknya untuk menutupi kebutuhan biaya sekolah anaknya. 

Mulai dari perhiasan emas, kendaraan bermotor hingga peralatan pertanian. Para petani biasanya menggadaikan mesin traktor miliknya.

Istiani, warga Desa Kersoharjo, Geneng, Ngawi, salah satunya. Ibu rumah tangga berumur 35 tahun itu menggadaikan perhiasan emas seberat 10 gram miliknya.

"Ini cukup untuk membeli kain dan ongkos jahit seragam sekolah anak. Sudah habis uangnya,'' kata Istiani, Rabu (10/7).

Sementara itu, Manager Gadai Kantor Pegadaian Cabang Ngawi Yuni Prastiwi tak menampik fenomena yang lazim terjadi saban tahun itu.

Diakuinya banyak warga yang menggadaikan barang saat momen tahun ajaran baru. Alasan mayoritas, lanjut Yuni, untuk keperluan masuk sekolah atau kuliah.

''Karena mayoritas masyarakat petani, banyak juga yang gadai traktor,'' ungkap Yuni.

Puluhan traktor berjajar rapi di salah satu gudang pegadaian. Untuk biaya sekolah, traktor 'disekolahkan'.

Nilai gadainya, rentang Rp 5-15 juta per unit. Menurut Yuni, penggadaian alat bajak sawah itu juga karena musim tanam sudah selesai.

''Biasanya, ditebus setelah panen. '' ujarnya. (sae/den)

Editor : Budhi Prasetya
#Daftar Ulang #tahun ajaran baru #biaya sekolah #seragam #ngawi #traktor #pendidikan #pegadaian