Jawa Pos Radar Madiun – Laga Persinga Ngawi kontra Sang Maestro FC di Stadion Kota Barat Surakarta, Selasa (13/5), menyisakan polemik.
Manajemen Persinga resmi melayangkan surat protes ke Ketua PSSI terkait kepemimpinan wasit dan insiden keamanan yang dinilai merugikan tim.
Surat bernomor 057/Pers.Ngw/V/2025 tersebut ditandatangani Manajer Persinga, Andri Budi Setyawan.
Dalam surat itu, pihaknya menyoroti kepemimpinan wasit Roberto Putra (Kabupaten Lima Puluh Kota), asisten M. Depri Aldi (Kampar), dan Peri Cahyono (Agam), yang dianggap membuat keputusan kontroversial.
Salah satu keputusan yang disorot adalah peluit panjang yang ditiup di menit 90+1 padahal bola masih dalam keadaan play on.
Selain itu, pelanggaran di menit ke-26 di area penalti yang tidak diberi hukuman serta keputusan offside di menit ke-31 turut dipermasalahkan.
“Banyak keputusan kontroversial yang merugikan kami dan menguntungkan lawan,” ujar Andri, Kamis (15/5).
Tak hanya soal kepemimpinan wasit, Persinga juga mengecam keras tindakan aparat TNI yang masuk ke lapangan usai laga dan melakukan kontak fisik dengan pemain.
“Akibatnya, ada pemain kami yang mengalami luka dan trauma,” lanjutnya.
Dalam suratnya, Persinga mengajukan dua tuntutan ke PSSI. Pertama, evaluasi terhadap perangkat pertandingan.
Kedua, evaluasi terhadap panitia pelaksana dan sistem keamanan.
“Kami siap menempuh jalur hukum demi memberi efek jera. Kami harap PSSI merespons sebelum laga terakhir Liga 4 Grup C digelar,” tandas Andri. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto