Advertorial Berita Daerah Bupati Menulis Catatan CPNS Dahlan Iskan Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Gen Z Hukum Internasional Jatim Jawa Timur Kab. Madiun Kesehatan Kota Madiun Kriminalitas Laka Lantas Lifestyle Magetan Musik Nasional Nganu Ngawi Olahraga Opini Pacitan Pemilu Pendidikan Peristiwa Politik Ponorogo Ruang Satu Sport

Tim SAR Ngawi Berpacu dengan Waktu, Evakuasi Dua Bocah Tenggelam dan Mayat Tanpa Identitas

Asep Syaeful • 2026-02-22 19:00:00

DUKA: Petugas mengevakuasi jasad salah satu bocah yang tenggelam di sungai Desa Ngale, Paron, Ngawi, Sabtu (21/2). FOTO: ILUSTRASI
DUKA: Petugas mengevakuasi jasad salah satu bocah yang tenggelam di sungai Desa Ngale, Paron, Ngawi, Sabtu (21/2). FOTO: ILUSTRASI

Jawa Pos Radar Ngawi – Petugas search and rescue (SAR) bersama Polsek Paron berjibaku sepanjang Sabtu (21/2).

Dalam sehari, mereka menangani dua peristiwa tenggelam di lokasi berbeda yang menelan korban jiwa.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 15.30 di sungai Desa Ngale.

Dua bocah, Amri Husein Dimas Rifaldy (5) dan Muhammad Iqbal Gavin Nur Prasetyo (7), ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam saat bermain di tepi sungai.

Kepala Desa Ngale Yan Teguh Wibisono mengatakan, kedua korban sejak pagi bermain mobil-mobilan.

Karena hingga sore tidak pulang, keluarga bersama warga melakukan pencarian.

’’Pencarian difokuskan di aliran sungai setelah ditemukan mainan truk dan sandal korban di tepi sungai,’’ ujarnya.

Jasad Amri ditemukan mengambang di permukaan sungai dan langsung dievakuasi ke rumah duka yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi.

Sekitar 30 menit kemudian, jasad Iqbal ditemukan di titik yang sama dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Suasana duka menyelimuti keluarga korban. Tangis pecah saat jenazah tiba di rumah masing-masing.

Kapolsek Paron AKP Muh Nur Haris memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

Polisi menduga keduanya terpeleset saat bermain di tepi sungai.

’’Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,’’ katanya.

Sebelumnya, sekitar pukul 11.00, warga Desa Jambangan digegerkan dengan penemuan jasad perempuan tanpa identitas di aliran sungai setempat.

Mayat ditemukan tersangkut tumpukan sampah di pinggir sungai setelah warga mencium bau menyengat.

Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena posisi korban berada di aliran sungai yang dalam.

Petugas harus menggunakan tali untuk menarik jasad ke tepi.

Korban diperkirakan perempuan berusia 40–50 tahun dan kini masih dalam proses identifikasi di RSUD dr Soeroto Ngawi.

’’Identitas korban masih belum diketahui,’’ ungkap Haris. (sae/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#sungai Ngale Paron #mayat tanpa identitas Ngawi #bocah tenggelam Ngawi #ngawi #evakuasi SAR Ngawi #polisi Ngawi #kejadian tenggelam Jawa Timur