Jawa Pos Radar Madiun - Netizen Indonesia memang terkenal militan.
Namun terkadang, militansi tersebut justru menjadi bumerang. Termasuk bagi para pemain Timnas Indonesia.
Sekali melakukan kesalahan di lapangan, kolom komentar media sosial para pemain bisa langsung dibanjiri cemoohan dan bullying.
PSSI khawatir hal itu rupanya bisa mempengaruhi performa timnas.
Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga mengatakan, pihaknya berencana memberi edukasi literasi terkait penggunaan media sosial kepada para pemain timnas dan klub di Indonesia.
Tujuannya, guna memberikan kenyamanan bagi para pemain kebanggaan macam Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, atau Thom Haye.
"Kami mau kasih pelatihan kepada pemain kita di timnas ini dan nantinya kepada pemain klub, bagaimana menggunakan media sosial dengan baik," ujarnya, melalui Instagram, Kamis (13/6).
PSSI telah menjajaki kerja sama dengan Meta.
Mereka diminta memberikan pelatihan mengenai penggunaan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan lainnya.
Arya mengatakan, pelatihan bermedia sosial penting bagi para pemain timnas maupun klub agar terhindar dari bullying, diskriminasi, rasisme, maupun kekerasan secara verbal dan tulisan.
PSSI ingin agar para pemain tidak terganggu ketika hendak menghadapi pertandingan hanya karena persoalan yang muncul di media sosial.
"Atau setelah pertandingan juga kita ingin pemain tetap terjaga dari hal-hal di media sosial," imbuhnya.
Arya berharap adanya pelatihan dapat membuat sosial media di Indonesia khususnya tentang sepak bola semakin baik dengan isi yang konstruktif.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di tanah air agar menggunakan media sosial secara bijaksana dengan menghindari hal-hal yang citra sepak bola Indonesia.
"Di Instagram, Facebook itu jangan lagi ada yang mem-bully, melakukan rasisme untuk menjaga citra baik sepak bola kita," tegasnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani