Jawa Pos Radar Madiun - Oscar Piastri, pembalap muda asal Australia, kini menjadi salah satu bintang paling bersinar di panggung Formula 1 (F1).
Lahir di Melbourne pada 6 April 2001, Piastri tumbuh hanya beberapa langkah dari lintasan ikonik Albert Park, sirkuit rumah GP Australia.
Suara raungan mesin mobil F1 yang melintasi jalanan kotanya sejak kecil telah menyalakan ambisi besar dalam dirinya: menjadi juara dunia Formula 1.
Perjalanan dari Australia ke Panggung Dunia F1
Demi mengejar mimpi besarnya, Piastri hijrah ke Eropa, mengikuti jejak para legenda Australia seperti Mark Webber dan Daniel Ricciardo.
Usai tampil dominan di karting Australia, Piastri mulai menorehkan prestasi internasional.
Pada usia 15 tahun, ia naik podium di F4 UEA, sebelum tampil sebagai runner-up British F4, dan kemudian juara Formula Renault Eurocup.
Tak berhenti di sana, ia melanjutkan dominasinya dengan menjadi juara Formula 3 (2020) dan Formula 2 (2021).
Ia bahkan menjuarai F2 dengan selisih lebih dari 50 poin, yang notabene sebuah pencapaian langka.
Gabung McLaren dan Cetak Sejarah
Berkat prestasi gemilangnya, Piastri menjadi rebutan tim-tim F1 pada 2022.
McLaren akhirnya sukses mengamankan jasanya untuk musim 2023, dan Piastri langsung tampil memukau di musim debut dengan dua podium.
Tahun 2024 menjadi momen pembuktian. Piastri berhasil menang di GP Hungaria dan GP Azerbaijan, serta mengakhiri musim di peringkat keempat klasemen pembalap.
Kontribusinya yang luar biasa juga membawa McLaren meraih gelar juara dunia konstruktor pertama sejak 1998.
Dengan talenta luar biasa, ketenangan khas pembalap top, dan etos kerja keras, Oscar Piastri kini diprediksi menjadi salah satu kandidat juara dunia dalam waktu dekat.
Banyak pihak meyakini bahwa dia akan menjadi ikon F1 dalam satu dekade ke depan.
"Oscar memiliki kemampuan teknis, kecerdasan balap, dan fokus luar biasa. Dia akan jadi bagian penting dalam sejarah McLaren dan F1," ujar CEO McLaren Zak Brown. (fac/naz)
Editor : Mizan Ahsani