Jawa Pos Radar Madiun - Debut Muhamad Ridwan sebagai pelatih karteker PSIS Semarang tak berjalan mulus.
Mantan pemain Timnas Indonesia dan juga Persib Bandung itu harus menerima kenyataan timnya dibantai 4-0 saat melawat ke kandang Bali United FC di stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (1/5) malam.
PSIS Semarang sebenarnya tampil cukup meyakinkan di awal babak pertama. Laskar Mahesa Jenar beberapa kali mencoba melakukan serangan yang mengancam gawang Adilson Maringa.
Namun, tak butuh waktu lama bagi skuad asuhan Teco untuk membalikkan keadaan.
Serangan demi serangan dilakukan Irfan Jaya dkk. Hasilnya, di menit ke-21, Bali United berhasil unggul 1-0 lewat gol bunuh diri pemain belakang PSIS Semarang Joao Ferrari.
Skor tersebut bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Bali United tampil semakin meyakinkan.
Skuad Serdadu Tridatu berhasil menggandakan keunggulan juga lewat gol bunuh diri pemain PSIS Semarang Ridho Syuhada di menit ke-51.
Tertinggal dua gol membuat PSIS Semarang mencoba meningkatkan intensitas serangannya.
Namun, gawang Adi Satrio justru kembali kebobolan setelah Irfan Jaya berhasil mencetak gol di menit ke-66 dengan memanfaatkan umpan terobosan Kadek Agung.
Meski sudah unggul tiga gol, Bali United tidak mengendurkan serangannya dan bahkan berhasil menambah satu gol lagi lewat Novri Setiawan di menit 90+2.
Skor berakhir 4-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Penampilan PSIS Semarang sebenarnya tidak terlalu buruk. Septian David dkk menunjukkan semangat juang yang luar biasa untuk mencetak gol.
Hanya saja, beberapa kelengahan pemain membuat PSIS Semarang harus kembali menelan kekalahan di pekan ini.
Begitu juga bagi Muhamad Ridwan, meski sebelumnya sudah bersama skuad PSIS Semarang sebagai asisten pelatih, namun pada pertandingan kali ini dirinya ditunjuk sebagai pelatih utama menggantikan Gilbert Agius yang dipecat manajemen tanggl 29 April lalu.
Dalam waktu singkat, tentu bukan hal mudah bagi Muhamad Ridwan untuk mengangkat performa timnya.
Dengan hasil kekalahan itu, posisi PSIS Semarang masih tetap diurutan ke 17 klasemen dengan 25 poin. Terpaut empat poin dari Barito Putra berada di posisi 15 klasemen atau posisi aman dari degradasi.
PSIS Semarang juga masih menyisakan tiga pertandingan lagi, yakni melawan PSS Sleman, Malut United dan Barito Putra.
Jika ingin lepas dari zona degradasi, Muhamad Ridwan dan tim harus melupakan kekalahan telak dari Bali United, dan mulai menyiapkan pertandingan berikutnya agar mampu meraih hasil maksimal. (tif)
Editor : Mizan Ahsani