Jawa Pos Radar Madiun - Enam klub Liga Indonesia resmi terkena sanksi FIFA Registration Ban.
Artinya, mereka dilarang melakukan pendaftaran pemain baru di bursa transfer selama periode tertentu.
Sanksi ini dijatuhkan langsung oleh FIFA dan membuat tim-tim tersebut kehilangan hak untuk merekrut serta menurunkan pemain anyar dalam kompetisi resmi.
Sanksi ini mencuat ke publik setelah diunggah oleh akun Instagram @nusaplus, dan langsung memicu perhatian pencinta sepak bola Tanah Air.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa klub-klub Liga 1 dan Liga 2 Indonesia terkena larangan transfer akibat berbagai pelanggaran.
Di antaranya tunggakan gaji dan penyelesaian sengketa kontrak pemain.
Baca Juga: Semen Padang Kena Sanksi FIFA, Transfer Diblokir Tiga Periode karena Masalah Bruno Dybal
Klub yang Terkena FIFA Registration Ban
Beberapa klub besar masuk dalam daftar, termasuk PSM Makassar yang disebutkan mengalami tiga kali pengajuan sanksi berbeda.
Selain PSM, klub lain yang masuk daftar adalah PSIS Semarang, Semen Padang, Sada Sumut, Kalteng Putra, dan Persiwa Wamena.
Persiwa Wamena adalah yang paling lama terkena sanksi, sejak 12 Mei 2022, dan masih belum dicabut hingga kini.
Sada Sumut dan Kalteng Putra mulai terkena sanksi sejak April dan Juni 2024, masing-masing untuk durasi tiga periode transfer.
PSM Makassar menjadi sorotan karena namanya tercantum tiga kali.
Di antaranya pada 28 Maret, 19 Mei, dan 21 Mei 2025.
Ini menunjukkan kemungkinan adanya lebih dari satu pelanggaran.
Semen Padang mulai menerima sanksi sejak 9 Juni 2025.
PSIS Semarang menyusul dengan larangan sejak 2 April 2025.
Dampak Larangan Transfer FIFA
Akibat sanksi ini, seluruh klub yang masuk daftar tidak akan bisa mendaftarkan pemain baru di kompetisi resmi.
Artinya, sekalipun klub sudah melakukan kontrak dengan pemain baru, sang pemain tetap tidak bisa bermain hingga masa larangan berakhir atau sanksi dicabut.
Kondisi ini tentu sangat merugikan, apalagi jika klub sedang melakukan perombakan tim atau mengejar target prestasi.
FIFA biasanya menjatuhkan sanksi transfer jika ada masalah serius yang tidak segera diselesaikan oleh klub.
Penyebab umum antara lain tunggakan gaji pemain atau pelatih, sengketa kontrak yang tidak dibayar, dan pelanggaran administratif saat transfer.
Ketidak patuhan terhadap keputusan FIFA atau CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga) juga bisa menjadi penyebab.
Untuk menghapus sanksi, klub wajib menyelesaikan masalahnya secara hukum atau administratif dan melaporkan kepada FIFA agar mendapatkan pencabutan ban. (naz)
Editor : Mizan Ahsani