Jawa Pos Radar Madiun – Penampilan luar biasa ditunjukkan Micky van de Ven saat membawa Tottenham Hotspur menang telak 4-0 atas FC Copenhagen dalam lanjutan Liga Champions UEFA, Rabu malam (5/11).
Meski bermain dengan 10 pemain setelah Brennan Johnson diganjar kartu merah menit ke-55, Spurs tampil superior — dan Van de Ven mencetak salah satu gol terbaik musim ini lewat aksi solo spektakuler dari area pertahanannya sendiri.
Gol menakjubkan itu tercipta hanya sembilan detik setelah Van de Ven menggiring bola dari tepi kotak penalti Spurs.
Ia melewati lima pemain Copenhagen dengan kecepatan luar biasa sebelum melepaskan tendangan kaki kiri keras ke tiang dekat. Stadion Tottenham Hotspur pun bergemuruh.
Pelatih Thomas Frank langsung memujinya, menyebut sang bek seperti gabungan kekuatan dan teknik pemain legendaris.
“Itu bisa menjadi gol terbaik musim ini. Rasanya seperti Lionel Messi bertransformasi menjadi bek tengah.
Gol yang fantastis,” ujar Frank usai laga.
Komentator Darren Fletcher di TNT Sports juga menyebut momen itu “sensasional” dan memuji kecepatan serta kekuatan sang pemain.
“Dia seperti anak yang berlari melewati semua lawan di taman bermain. Anda harus punya target yang sangat tinggi agar itu tidak menjadi gol terbaik musim ini,” katanya.
Mantan kiper Spurs Joe Hart bahkan menyebut gol itu akan dikenang dunia.
“Itu salah satu gol yang akan mengguncang dunia. Tak banyak bek tengah yang bisa melakukan hal seperti itu. Semua orang akan menontonnya berulang kali,” ujarnya kagum.
Sementara eks gelandang Inggris Joe Cole menyebutnya sebagai momen luar biasa yang tak akan terulang dalam waktu dekat.
“Itu seperti adegan komik, luar biasa. Anak-anak baru saja menyaksikan gol terbaik musim ini,” katanya.
Gol sensasional Van de Ven sekaligus menepis isu ketegangan di internal tim setelah sebelumnya ia dikabarkan mengabaikan instruksi pelatih saat ditarik keluar pada laga melawan Chelsea di Premier League.
Kini, performanya justru menjadi simbol semangat baru Spurs di bawah asuhan Frank, dengan tim berhasil mengoleksi delapan poin dari empat laga Eropa dan duduk di posisi ketujuh fase liga sementara.
Editor : Ockta Prana Lagawira