Jawa Pos Radar Madiun - Menjelang gelaran Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni–19 Juli, perdebatan besar soal status GOAT sepak bola kembali memanas.
Dua ikon dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, sama-sama berpeluang tampil dalam edisi keenam mereka, sekaligus menjadi satu-satunya pemain yang mencapai rekor tersebut.
Beberapa negara sudah memastikan tiket ke putaran final, termasuk Argentina yang diperkuat Messi dan Portugal yang dikawal Cristiano Ronaldo.
Dengan Argentina berstatus juara bertahan dan Portugal mengincar trofi pertama, tensi jelang turnamen meningkat di antara penggemar maupun legenda sepak bola.
Legenda Brasil, Marcos André Batista Santos alias Vampeta, ikut menyulut perdebatan.
Ia menyebut bahwa gelar Piala Dunia akan menjadi faktor penentu mutlak dalam diskusi GOAT.
“Selain Pele, jika Cristiano memenangkan Piala Dunia bersama Portugal, dia akan menjadi lebih besar daripada Messi dan Maradona. Dia menjadi lebih penting."
"Tahukah Anda mengapa? Karena Argentina telah memenangkan Piala Dunia sebelum Messi, Portugal tidak memilikinya, itu akan menjadi Piala Dunia pertama mereka,” ujar juara Piala Dunia 2002 itu.
Pernyataan ini muncul tak lama setelah Cristiano Ronaldo dalam wawancaranya bersama Piers Morgan kembali menegaskan bahwa dirinya merasa lebih baik dari Messi.
Ronaldo juga menilai bahwa tujuh pertandingan Piala Dunia sebenarnya tak dapat mendefinisikan karier seorang pemain, tetapi ia tetap sangat menginginkan trofi tersebut.
Di sisi lain, Argentina tengah bersiap mempertahankan gelar yang mereka raih pada 2022 setelah menundukkan Prancis.
Meski belum ada konfirmasi resmi soal keikutsertaan Messi, rekan-rekan setimnya sudah menegaskan ambisi mempertahankan gelar keempat.
Sementara itu, fokus penggemar kini tertuju pada pengundian grup Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada Jumat, 5 Desember di Washington.
Hasil drawing ini akan menentukan jalan awal kedua megabintang menuju momen yang bisa menjadi penentu legenda terbesar dalam sejarah sepak bola.
Editor : Ockta Prana Lagawira