JAKARTA - Nama Megawati Hangestri kembali menjadi perhatian media Korea Selatan menjelang musim V-League 2026/2027.
Bintang voli Indonesia itu disebut mendapatkan perlakuan khusus dari Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) karena pengaruh besar yang ia berikan pada kompetisi tersebut.
Baca Juga: Prediksi Persija vs Dewa United: Misi Macan Kemayoran Terkam Banten Warriors yang Sedang Terluka
Sorotan terhadap Megawati muncul di tengah performa menurun klub lamanya, Red Sparks, yang kini terpuruk di dasar klasemen.
Setelah sempat mencapai final V-League 2024/2025, performa Red Sparks musim ini justru menurun drastis.
Tim asuhan Ko Hee-jin hanya meraih delapan kemenangan dari 34 pertandingan, dengan 26 kekalahan dan total 26 poin hingga putaran keenam kompetisi.
Baca Juga: Hasil Swiss Open 2026: Putri KW Tumbangkan Okuhara, Indonesia Kunci Tiket Final di Tunggal Putri
Megawati Pernah Jadi Kunci Keberhasilan Red Sparks
Dalam dua musim sebelumnya, Red Sparks tampil kompetitif berkat kombinasi Megawati Hangestri, Vanja Bukilic, dan Pyo Seung-ju.
Di bawah arahan Ko Hee-jin serta dukungan setter senior Yeum Hye-seon, Red Sparks bahkan sempat menyingkirkan juara bertahan pada babak playoff dan melaju hingga final liga.
Baca Juga: Swiss Open 2026: Jadwal Semifinal dan Daftar Wakil Indonesia yang Lolos
Megawati menjadi pemain kunci dalam perjalanan tersebut. Ia membawa tim mencatat 13 kemenangan beruntun, sekaligus menegaskan perannya sebagai tulang punggung tim.
Prestasi individunya juga mencolok. Megawati meraih dua gelar MVP pada putaran ketiga dan keempat, serta bersaing ketat dengan legenda voli Korea Kim Yeon-koung.
Pengamat voli Korea, Cha Sang-hyun, bahkan menjulukinya “Mega Power” karena pengaruh besarnya dalam kompetisi voli Korea Selatan.
Baca Juga: Head to Head Borneo FC vs Persib: Dominasi Maung Bandung, Pangeran Biru Unggul Telak dari Pesut Etam
Karier Internasional Megawati Terus Menarik Perhatian
Setelah sukses di Korea, Megawati sempat melanjutkan kariernya di Liga Turki (Kadinlar 1 Ligi) bersama Manisa BBSK.
Meski belum menjalani debut resmi di liga tersebut, ia menunjukkan performa menjanjikan dalam turnamen pramusim dan membantu tim meraih trofi Ferdi Zeyrek 2025.
Pengalaman internasional tersebut membuat Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026 memasukkannya sebagai pemain asing bersama dua legiun impor lainnya.
Media Korea Soroti Draft Kuota Asia V-League
Nama Megawati kembali mencuat dalam pembahasan draft kuota Asia V-League 2026/2027. Regulasi baru dari KOVO memungkinkan klub merekrut pemain Asia tanpa melalui mekanisme draft seperti sebelumnya.
Baca Juga: BRI Super League: Persib vs Borneo FC Minus Thom Haye, Bojan Hodak Ungkap Dapat Masalah Baru
Situasi ini membuat klub-klub di Korea mulai berburu pemain Asia lebih awal.
Media Korea Yonhap bahkan menyoroti potensi kepindahan Megawati ke klub baru di musim depan.
"Sementara klub-klub sibuk mencari pemain kuota Asia besar untuk musim depan, klub-klub wanita menjadi semakin sibuk. Yang paling menarik perhatian di divisi putri adalah tim mana yang akan dinaiki Megawati Pertiwi."
Statistik Megawati selama memperkuat Red Sparks juga menjadi salah satu alasan kuat ketertarikan klub-klub Korea.
Pada musim 2023/2024, Megawati menempati peringkat ketujuh dengan 736 poin. Sementara pada musim 2024/2025, ia naik ke peringkat ketiga dengan 802 poin.
Bahkan ia menjadi pemain nomor satu dalam serangan keseluruhan dengan tingkat keberhasilan 48,06 persen.
Popularitas Megawati Dorong Popularitas V-League
Performa impresif tersebut membuat sejumlah klub Korea mulai menunjukkan minat untuk merekrut Megawati kembali.
Beberapa tim di Seoul bahkan disebut aktif mengejar tanda tangannya.
Baca Juga: Rumor Megawati Hangestri Kembali ke Liga Voli Korea Menguat, Jadi Rebutan Klub Raksasa V-League
Media Korea juga menyebut KOVO memberikan perlakuan spesial kepada pemain yang dijuluki “Megatron” itu karena kontribusinya meningkatkan popularitas V-League di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Kehadiran Megawati terbukti berdampak besar pada jumlah penonton dan pengikut media sosial kompetisi, yang meningkat signifikan setiap kali ia bermain.