Jawa Pos Radar Madiun - Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) mulai memanaskan mesin menuju panggung dunia.
Tak main-main, federasi voli tanah air kini tengah memproses naturalisasi empat pemain muda berbakat asal Brasil sebagai bagian dari proyeksi jangka panjang menuju Olimpiade Brisbane 2032.
Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo, mengonfirmasi bahwa saat ini pihaknya sedang melengkapi berkas administrasi sebelum melangkah ke Kemenpora dan DPR RI.
Adapun program naturalisasi ini dinilai sebagai upaya memperkuat skuad timnas yang notabene banyak diisi talenta voli dari kompetisi lokal seperti Livoli dan Proliga.
Baca Juga: Hasil Final Swiss Open 2026 Tunggal Putra: Alwi Farhan Tumbang, Indonesia tanpa Gelar Juara
Investasi Jangka Panjang, Bidik Usia 17 Tahun
Strategi yang diambil PBVSI tergolong unik. Alih-alih mengambil pemain matang, mereka membidik dua pemain putra dan dua putri yang masih berusia sekitar 17 tahun.
Hal ini dilakukan agar para pemain memiliki waktu pembinaan yang cukup lama di Indonesia sebelum mencapai puncak performa di tahun 2032.
"Kenapa harus naturalisasi? Tentu kami punya proses panjang menuju Olimpiade Brisbane 2032. Kami ingin menyiapkan tim yang bagus sekaligus membangun motivasi bagi atlet nasional," ujar Iman, Minggu (15/3).
Baca Juga: Hasil MU vs Aston Villa: Manchester United Ditahan Imbang tanpa Gol di Babak Pertama
Impor Pelatih dari Negeri Samba
Tak hanya pemain, kiblat voli Indonesia nampaknya akan semakin kental dengan gaya Brasil.
PBVSI juga berencana mendatangkan pelatih tambahan asal Brasil untuk memperkuat staf kepelatihan tim putra Indonesia yang akan berlaga di sejumlah ajang internasional tahun ini.
Langkah ini diharapkan mampu mentransfer ilmu dan mentalitas juara dunia yang dimiliki Brasil kepada para penggawa timnas.
Baca Juga: Hasil Final Swiss Open 2026 Tunggal Putra: Alwi Farhan Tumbang, Indonesia tanpa Gelar Juara
Poin Utama Strategi Naturalisasi PBVSI:
-
Komposisi: 2 Pemain Putra dan 2 Pemain Putri.
-
Asal Negara: Brasil.
-
Target Usia: 17 Tahun (Proyeksi 8 tahun pembinaan).
-
Misi Utama: Lolos Olimpiade Brisbane 2032.
-
Persentase: PBVSI menjamin tetap mengutamakan pembinaan atlet lokal melalui program seperti Jakarta Garuda Jaya.
Baca Juga: Resmi! Finalissima 2026 Argentina vs Spanyol Batal, UEFA Ungkap Penyebab Utama Pembatalan
Bagaimana Nasib Atlet Lokal?
Munculnya wacana naturalisasi sering kali memicu kekhawatiran akan tersingkirnya talenta lokal yang selama ini dibina melalui Livoli dan Proliga.
Namun, Imam Sudjarwo memastikan bahwa program ini bukan untuk mematikan karier atlet dalam negeri, melainkan untuk menciptakan persaingan sehat dan meningkatkan standar kompetisi.
"Kami juga tidak ingin mematikan atlet nasional. Tidak boleh. Kami boleh naturalisasi tetapi ada persentasenya," tegasnya.
Keempat pemain asal Brasil tersebut dikabarkan sudah menyatakan kesediaannya untuk mengenakan seragam Merah Putih. (naz)
Editor : Mizan Ahsani