Jawa Pos Radar Madiun - Angin segar berembus bagi masa depan sepak bola putri di tanah air. Setelah vakum selama bertahun-tahun, PSSI akhirnya memberikan kepastian mengenai nasib kompetisi reguler.
Liga 1 Putri Indonesia direncanakan akan kembali bergulir secara resmi pada tahun 2027 mendatang.
Langkah ini diambil PSSI guna memperkuat fondasi Timnas Putri Indonesia agar tidak hanya mengandalkan agenda FIFA Matchday untuk mematangkan kualitas pemain.
Pramusim Sebagai Ajang Pemanasan
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, mengungkapkan bahwa sebelum liga resmi dimulai, PSSI akan terlebih dahulu menggelar turnamen pramusim pada tahun 2026 ini.
"Agenda pramusim menjadi bagian penting untuk melihat kesiapan berbagai aspek penyelenggaraan kompetisi, mulai dari format pertandingan hingga kesiapan klub peserta," ujar Vivin.
Wajar jika PSSI sangat berhati-hati dalam mematangkan struktur kompetisi kali ini. Mengingat kembali pada tahun 2019 silam, Liga 1 Putri hanya diikuti oleh 10 tim dengan sistem turnamen yang singkat.
Sejak saat itu, kompetisi putri seolah menghilang dari kalender sepak bola nasional.
Vivin menegaskan bahwa fokus utama PSSI saat ini adalah menciptakan kompetisi yang berkelanjutan, bukan sekadar turnamen yang digelar sekali lalu berhenti.
"Kami inginkan Liga 1 Putri bisa berkelanjutan," tegasnya.
Baca Juga: Daftar Lengkap Pemenang Piala Oscar 2026: One Battle After Another Film Terbaik
Wadah Pembinaan Menuju Level Asia
Selama ini, pembinaan pemain putri Indonesia terhambat karena minimnya jam terbang kompetisi domestik. Para pemain timnas umumnya hanya berkumpul saat ada turnamen regional atau Asia.
Kehadiran Liga 1 Putri diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi talenta lokal agar memiliki insting bertanding yang lebih tajam.
Dengan adanya wadah kompetisi reguler, diharapkan muncul bibit-bibit unggul dari berbagai daerah, termasuk dari Madiun Raya, untuk menembus skuad Garuda Pertiwi di masa depan. (tif/naz)
Editor : Mizan Ahsani