JAKARTA -- Degradasi Sriwijaya FC dari Liga 2 2025/2026 bukan sekadar hasil buruk, tetapi menjadi simbol runtuhnya salah satu kekuatan besar sepak bola Indonesia.
Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu dipastikan turun kasta ke Liga 3 setelah gagal meraih satu pun kemenangan hingga pekan ke-21.
Catatan dua poin dari dua hasil imbang dan 19 kekalahan menjadi bukti betapa dalam krisis yang dialami klub asal Palembang tersebut.
Baca Juga: Format Unik FIFA Series 2026 di Jakarta: Menang di Laga Pembuka, Indonesia Langsung ke Final?
Kondisi ini menandai antiklimaks dari tim yang pernah berjaya di kancah nasional.
Kekalahan telak 0-15 dari Adhyaksa FC semakin menegaskan adanya persoalan serius, mulai dari lini belakang yang rapuh hingga minimnya daya gedor di sektor depan.
Baca Juga: GTA 6 Rilis November 2026, Tanpa Iklan dan Harga Diprediksi Tembus Rp1,3 Juta
Sriwijaya FC: Antiklimaks Sang Raksasa
Performa Sriwijaya FC sepanjang musim sulit diterima publik. Tanpa satu kemenangan pun, mereka menjadi tim paling lemah di Grup A.
Statistik ini memperlihatkan adanya masalah struktural dalam tim. Ketidakmampuan menjaga konsistensi membuat mereka kerap menjadi sasaran empuk lawan.
Degradasi ini sekaligus menjadi noda besar dalam sejarah klub yang pernah meraih prestasi gemilang di sepak bola Indonesia.
Persipal Palu di Ambang Kejatuhan
Sementara itu, ancaman degradasi berikutnya mengarah ke Persipal Palu di Grup B.
Tim ini juga belum meraih kemenangan hingga pekan ke-21, dengan catatan tujuh kali imbang dan 15 kekalahan.
Baca Juga: Daftar Harga iPhone Terbaru Maret 2026 Turun saat Lebaran, iPhone 13 dan 14 Kini Hanya Rp8 Jutaan
Mereka kini mengoleksi tujuh poin dan tertinggal sembilan angka dari PSIS Semarang di batas zona aman.
Situasi tersebut membuat Persipal berada dalam tekanan besar. Dengan enam laga tersisa, mereka dituntut meraih kemenangan di setiap pertandingan jika ingin menjaga peluang bertahan.
Kegagalan memaksimalkan hasil imbang menjadi poin penuh menjadi masalah utama yang menghantui perjalanan mereka musim ini.
Zona Playoff Jadi Arena Paling Tegang
Persaingan di zona bawah klasemen kini memasuki fase krusial, terutama dalam perebutan posisi playoff degradasi.
Di Grup A, Persekat Tegal berada di peringkat kesembilan dengan 22 poin. Posisi ini belum aman karena PSPS Pekanbaru (23 poin) dan Persikad Depok (26 poin) masih berada dalam jarak dekat.
Di Grup B, PSIS Semarang menempati posisi sembilan dengan 15 poin. Meski demikian, performa mereka mulai membaik di putaran ketiga.
Ancaman juga datang dari Persiba Balikpapan (16 poin) dan Persiku Kudus (19 poin) yang masih berpeluang masuk zona playoff.
Format Playoff: Laga Hidup Mati
Regulasi Liga 2 musim ini menempatkan tim peringkat kesembilan dari masing-masing grup dalam satu pertandingan penentuan.
Laga tersebut menjadi penentu nasib, di mana satu tim akan bertahan di Liga 2, sementara tim lainnya harus terdegradasi.
Skema ini membuat tekanan di zona bawah semakin tinggi karena setiap poin menjadi sangat krusial menjelang akhir musim.
Baca Juga: Rekomendasi HP Snapdragon 8 Elite Gen 5 Terbaru 2026: Samsung hingga Xiaomi, Ini Daftarnya
Klasemen Liga 2 2025/2026 Pekan 21
Grup A:
1. Garudayaksa FC: 37 poin
2. Adhyaksa FC: 37 poin
3. Sumsel United: 34 poin
4. FC Bekasi City: 33 poin
5. PSMS Medan: 29 poin
6. Persiraja Banda Aceh: 28 poin
7. Persikad Depok: 26 poin
8. PSPS Pekanbaru: 23 poin
9. Persekat Tegal: 22 poin
10. Sriwijaya FC: 2 poin
Grup B:
1. PSS Sleman: 42 poin
2. Persipura Jayapura: 40 poin
3. Barito Putera: 38 poin
4. Kendal Tornado FC: 37 poin
5. Deltras FC: 33 poin
6. Persela Lamongan: 30 poin
7. Persiku Kudus: 19 poin
8. Persiba Balikpapan: 16 poin
9. PSIS Semarang: 15 poin
10. Persipal Palu: 7 poin
Persaingan di papan bawah Liga 2 dipastikan berlangsung ketat hingga pekan terakhir, dengan sejumlah tim masih berjuang menghindari nasib yang sudah dialami Sriwijaya FC.
Editor : Ockta Prana Lagawira