
Jawa Pos Radar Madiun – Manajemen Persis Solo memutuskan untuk mengambil langkah hukum dengan mengajukan banding terhadap sanksi yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Langkah ini diambil menyusul ditemukannya sejumlah fakta dan temuan baru terkait insiden kerusuhan suporter yang terjadi di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada 5 Maret lalu.
Sanksi Berat yang Menjerat Laskar Sambernyawa
Sebelumnya, Persis Solo dijatuhi sanksi yang cukup memukul operasional dan finansial klub.
Hukuman tersebut meliputi larangan lima laga kandang tanpa penonton.
Selain itu juga denda administratif sebesar Rp135 juta.
Baca Juga: Prediksi Dewa United vs PSIM Yogyakarta: Misi Sulit Untuk Bangkit Laskar Mataram
Sanksi ini diberikan sebagai buntut dari kericuhan suporter dalam laga tandang tersebut.
Namun, manajemen Persis menilai ada poin-poin pembelaan yang kuat untuk meringankan atau membatalkan hukuman tersebut.
Dua Temuan Baru Sebagai Dasar Banding
Direktur Utama Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, seperti diberitakan Jawa Pos menjelaskan bahwa pihaknya memiliki bukti kuat mengenai itikad baik klub sebelum laga berlangsung.
1. Langkah Preventif Manajemen
Persis Solo mengklaim telah memberikan imbauan resmi kepada suporter agar tidak melakukan perjalanan tandang (away) ke Jepara.
"Imbauan tersebut merupakan langkah preventif yang dilakukan oleh klub guna mencegah potensi pelanggaran disiplin di stadion," ujar Ginda.
Baca Juga: Prediksi Arema FC vs Malut United: Ujian Berat Singo Edan di Tengah Badai Absensi
Langkah ini merujuk pada Pasal 70 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 mengenai tanggung jawab klub terhadap tingkah laku suporter.
Manajemen menganggap imbauan tersebut adalah bentuk good faith atau itikad baik klub.
2. Kelalaian Panitia Pelaksana (Panpel) Tuan Rumah
Temuan kedua menyoroti sistem keamanan dan manajemen tiket dari pihak tuan rumah (Persijap Jepara).
Ginda menambahkan adanya indikasi kelalaian dalam mekanisme pengendalian tiket dan mitigasi risiko.
"Keberadaan suporter di stadion bukan merupakan hasil mobilisasi ataupun kebijakan dari Persis," tegasnya.
Harapan Manajemen Persis Solo
Dengan diajukannya banding ini, Persis Solo berharap Komdis PSSI dapat meninjau kembali fakta-fakta di lapangan secara objektif.
Manajemen menegaskan bahwa mereka tidak mendukung segala bentuk kekerasan.
Namun klub tidak seharusnya menanggung beban penuh atas insiden yang terjadi di luar kendali mobilisasi resmi mereka.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PSSI belum memberikan tanggapan resmi terkait memori banding yang diajukan oleh klub kebanggaan warga Solo tersebut. (tif)