Jawa Pos Radar Madiun - Chelsea resmi mengumumkan kerugian sebelum pajak sebesar £262,4 juta atau setara Rp 5,3 triliun untuk tahun fiskal yang berakhir pada 30 Juni 2025.
Angka fantastis ini disebabkan oleh lonjakan biaya operasional yang jauh lebih tinggi dibandingkan musim sebelumnya.
Rekor ini sekaligus menumbangkan catatan kerugian Manchester City sebesar £197,5 juta yang bertahan selama 15 tahun.
Meski mencatatkan kerugian besar, manajemen The Blues tetap optimistis dan memberikan penjelasan mendalam terkait struktur finansial klub:
1. Pengeluaran Agen Tertinggi di Liga
Bersamaan dengan laporan kerugian, data FA mengungkapkan bahwa Chelsea menghabiskan £65,1 juta hanya untuk biaya agen antara Februari 2025 hingga Februari 2026.
Angka ini hampir dua kali lipat dari Aston Villa (£38,4 juta) yang berada di posisi kedua.
Tingginya biaya ini diklaim sebagai efek samping dari aktivitas transfer musim panas lalu yang memecahkan rekor penjualan pemain.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Road Bike Terbaik di Bawah Rp10 Juta Update 2026: Gaya Hidup Sehat Tak Harus Mahal
2. Strategi Penjualan Tim Wanita dan Pendapatan Rekor
Sebelumnya, Chelsea sempat mencatatkan keuntungan sebesar £128,4 juta.
Namun, angka tersebut merupakan hasil "akrobat" finansial melalui penjualan tim wanita ke Blueco Midco (anak perusahaan pemilik klub sendiri) senilai hampir £200 juta.
Di sisi lain, pendapatan klub tetap kuat di angka £490,9 m (tertinggi kedua dalam sejarah klub), yang terbantu oleh partisipasi di Club World Cup.
3. Lolos dari Jeratan PSR (Profitability and Sustainability Rules)
Meski merugi besar, Chelsea dinyatakan patuh (compliant) terhadap aturan PSR Premier League untuk periode tiga tahun hingga 2024-2025.
Hal ini dimungkinkan karena regulasi mengizinkan adanya "pengurangan" (add-backs) untuk investasi pada infrastruktur, pengembangan pemain muda, dan sepak bola wanita.
Baca Juga: Irak Lolos ke Piala Dunia 2026, Bojan Hodak Berharap Frans Putros Masuk Skuad Final Timnas Iraq
4. Ancaman Sanksi Warisan Era Abramovich
Chelsea saat ini tengah mengantisipasi sanksi finansial dari FA terkait pelanggaran pembayaran agen di masa kepemilikan Roman Abramovich.
Namun, pemilik saat ini (konsorsium Todd Boehly) kabarnya telah menyiapkan dana cadangan untuk menutupi denda tersebut, sehingga klub terhindar dari sanksi pengurangan poin.
Chelsea tengah meniti jalan terjal dalam menyeimbangkan ambisi belanja pemain dengan regulasi finansial yang ketat.
Meskipun angka kerugian terlihat mengkhawatirkan, manajemen yakin bahwa dengan proyeksi pendapatan di atas £700 juta pada musim depan, stabilitas keuangan klub akan segera pulih. (naz)
Editor : Mizan Ahsani