Jawa Pos Radar Madiun – Sejarah baru baru saja terukir di Stadion Fadil Vokrri, Pristina.
Pelatih asal Italia, Vincenzo Montella, sukses memastikan tiket Piala Dunia 2026 untuk Tim Nasional Turki setelah menumbangkan Kosovo dengan skor tipis 1-0 pada laga kemarin (1/4).
Kemenangan ini membawa makna mendalam bagi publik Turki.
Pasalnya, ini adalah kali pertama tim berjuluk The Crescent-Stars tersebut kembali ke panggung dunia sejak terakhir kali mereka berpartisipasi pada edisi 2002 silam.
Baca Juga: Italia Memanas usai Gagal Lolos Piala Dunia 2026: Kantor FIGC Dilempari Telur, Bosnya Menolak Mundur
Melengkapi CV Sang "Aeroplanino"
Bagi Vincenzo Montella, keberhasilan ini terasa seperti sebuah takdir yang melingkar.
Piala Dunia 2002 merupakan satu-satunya momen di mana Montella membela Italia sebagai pemain di ajang empat tahunan tersebut.
Kini, 24 tahun kemudian, pria yang dijuluki Aeroplanino itu melengkapi profil profesionalnya (Curriculum Vitae) dengan merasakan atmosfer Piala Dunia sebagai pelatih.
"Aku merasakan emosi yang luar biasa. Aku merasa ada di puncak. Sebagai pelatih dari luar Turki, aku bangga dengan capaian ini," ungkap Montella seperti dikutip dari Fanatik.
Montella, yang mulai menangani Turki sejak 23 September 2023, berhasil membuktikan kapasitasnya meskipun datang sebagai pelatih asing.
Mantan pelatih AS Roma dan AC Milan ini mampu meramu skuad Turki menjadi kekuatan yang disegani kembali di Eropa.
Pelipur Lara bagi Publik Italia
Keberhasilan Montella membawa sisi unik bagi pencinta sepak bola Italia.
Di saat Timnas Italia gagal meloloskan diri ke Piala Dunia 2026, setidaknya masih ada sosok Italiano (orang Italia) yang akan menghiasi ajang yang digelar di Kanada, AS, dan Meksiko pada Juni-Juli mendatang.
Menariknya, ketika disinggung mengenai kegagalan koleganya, Gennaro Gattuso, yang gagal mengantarkan Italia lolos, Montella memilih untuk tetap rendah hati dan fokus pada pencapaiannya saat ini.
"Ini bukanlah momen yang tepat untuk membahas hal itu," ujar pria berusia 51 tahun tersebut dengan bijak.
Menatap Kanada-AS-Meksiko 2026
Dengan kepastian lolosnya Turki, Montella kini memiliki waktu untuk mempersiapkan timnya menghadapi persaingan ketat di Amerika Utara.
Publik menanti, apakah tangan dingin sang legenda Italia ini mampu membawa Turki mengulangi kesuksesan besar seperti saat mereka meraih posisi ketiga di Piala Dunia 2002.
Persaingan di level dunia tentu akan jauh lebih berat, namun dengan semangat tinggi dan fleksibilitas taktik yang ditunjukkan selama babak kualifikasi, Turki di bawah asuhan Montella siap memberikan kejutan. (tif)