Jawa Pos Radar Madiun – Harapan PSM Makassar untuk mengamankan poin penuh di markas sendiri sirna.
Skuad Juku Eja, julukan PSM Makassar, dipaksa berbagi angka setelah ditahan imbang 1-1 oleh Persis Solo pada laga pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 yang berlangsung di Stadion Gelora B. J. Habibie, Sabtu (4/4) malam.
Meski sempat memimpin di babak pertama, penurunan intensitas permainan di paruh kedua menjadi petaka bagi tim kebanggaan Sulawesi Selatan ini.
Dominasi Yuran Fernandes
PSM Makassar sebenarnya memulai laga dengan meyakinkan.
Sesuai instruksi tim pelatih, Pasukan Ramang tampil agresif dan menekan sejak menit awal.
Hasilnya terlihat pada menit ke-18, bek jangkung Yuran Fernandes Rocha Lopes berhasil menggetarkan jala Persis Solo melalui tandukan mautnya.
Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum, memberikan angin segar bagi suporter yang memadati stadion.
Namun, situasi di ruang ganti tampaknya tidak berlanjut manis di lapangan hijau pada babak kedua.
Petaka Menit ke-65 dan Sorotan Tajam Tim Pelatih
Memasuki paruh kedua, performa PSM justru melorot.
Intensitas serangan menurun drastis, memberikan celah bagi Laskar Sambernyawa untuk bangkit.
Pada menit ke-65, penyerang Persis Solo, Roman Paparyha, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Ia menyoroti pergantian pemain yang tidak memberikan dampak positif dan justru menjadi titik lemah.
"Dari kacamata kami tim pelatih, babak pertama sudah sesuai rencana. Tapi babak kedua problem mulai terjadi. Yang pertama, intensitas sudah mulai menurun," ujar Amiruddin selepas laga.
Amiruddin bahkan memberikan pernyataan keras terkait komitmen para pemain di lapangan.
Menurutnya, hasil ini bukan sekadar masalah taktik, melainkan masalah mentalitas.
"Mungkin nanti saya akan bicara ke pemain, ini soal mentalitas. Apakah kita memang mau memberikan lebih ke PSM atau kita sekadar menjalankan kewajiban? Itu yang membedakan pemain yang mau dengan yang sekadar menjalankan," tegasnya.
Permohonan Maaf Dzaky Asraf
Mewakili rekan-rekannya, winger muda PSM, Dzaky Asraf, menyampaikan permohonan maaf kepada suporter.
Ia mengakui hasil seri di kandang bukanlah target yang diinginkan tim.
"Saya ingin meminta maaf karena hasil yang kita inginkan tidak maksimal. Mungkin penonton dan suporter menginginkan tiga poin, tapi kita mendapatkan hasil seri. Kita akan fokus ke laga selanjutnya dan latihan lebih keras lagi," tutur Dzaky.
Evaluasi Besar Menuju Sisa Musim
Hasil imbang ini menjadi alarm keras bagi PSM Makassar dalam persaingan ketat BRI Super League.
Kehilangan dua poin di kandang akibat penurunan konsentrasi dan mentalitas bisa berakibat fatal bagi posisi mereka di klasemen.
Tim pelatih dipastikan akan melakukan evaluasi total sebelum melakoni laga berikutnya demi mengembalikan karakter "Ewako" yang sesungguhnya. (tif)
Editor : Latiful Habibi