Jawa Pos Radar Madiun – Hasil kontras diraih dua tim papan atas, Persib Bandung dan Borneo FC, dalam lanjutan babak pertama pekan ke-26 BRI Super League.
Meski berstatus sebagai unggulan, baik Maung Bandung maupun Pesut Etam harus bersusah payah meladeni perlawanan sengit dari tim-tim yang tengah berjuang di zona bawah.
Persib Bandung Unggul Tipis di Padang
Maung Bandung, julukan Persib, berhasil menutup paruh pertama dengan keunggulan sementara 0-1 atas tuan rumah Semen Padang.
Gol tunggal di babak pertama ini dicetak oleh Ramon Tanque pada menit ke-33.
Meski unggul, statistik menunjukkan Persib tidak mendominasi secara mutlak.
Tercatat penguasaan bola berada di angka 56% berbanding 44%.
Efektivitas menjadi kunci bagi Persib, di mana dari 2 percobaan tembakan, keduanya mengarah tepat ke gawang (shot on target) dan satu di antaranya berbuah gol.
Borneo FC Ditahan Imbang Madura United
Nasib berbeda dialami Borneo FC saat bertandang ke markas Madura United (Sape Kerab).
Sempat mengejutkan publik tuan rumah melalui gol cepat Koldo Obieta pada menit ke-3, Borneo FC gagal mempertahankan keunggulan hingga turun minum.
Gempuran bertubi-tubi dari Madura United akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-42 lewat aksi Junior Brandao.
Skor 1-1 bertahan hingga peluit babak pertama dibunyikan.
Menariknya, statistik kedua tim menunjukkan angka yang identik dalam hal agresivitas, yakni sama-sama melepaskan 9 tembakan dengan 1 tembakan tepat sasaran.
Namun, Madura United unggul tipis dalam penguasaan bola sebesar 54%.
Statistik Babak Pertama
|
Sektor |
Semen Padang vs Persib |
Madura Utd vs Borneo FC |
|---|---|---|
|
Skor |
0 - 1 |
1 - 1 |
|
Penguasaan Bola |
44% - 56% |
54% - 46% |
|
Total Tembakan |
1 - 2 |
9 - 9 |
|
Tembakan ke Gawang |
0 - 2 |
1 - 1 |
|
Tendangan Sudut |
2 - 4 |
7 - 5 |
Sinyal Bahaya bagi Tim Papan Atas
Penampilan Semen Padang dan Madura United yang mampu mengimbangi permainan pemuncak klasemen dan runner-up ini menjadi sinyal bahaya bagi pelatih kedua tim.
Meski menghadapi tim dari zona degradasi, dominasi yang diharapkan tidak terlihat nyata di lapangan.
Jika tidak ada perubahan strategi yang signifikan di babak kedua, posisi Persib dan Borneo FC terancam.
Bagi Persib, kemenangan sangat krusial untuk menjauh dari kejaran Borneo FC di klasemen.
Sebaliknya, jika tuan rumah mampu membalikkan keadaan, hal ini akan menjadi kerugian besar bagi ambisi juara kedua tim papan atas tersebut.
Pertandingan babak kedua diprediksi akan berjalan lebih panas mengingat motivasi tinggi tim papan bawah untuk keluar dari zona merah. (tif)
Editor : Latiful Habibi