Jawa Pos Radar Madiun - Adaptasi pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, mendapat apresiasi tinggi dari legenda penyerang era 1980-an, Bambang Nurdiansyah.
Meski baru menakhodai skuad Garuda dalam dua pertandingan di ajang FIFA Series 2026, perubahan gaya main Indonesia dinilai sudah terlihat sangat signifikan dan lebih berkarakter.
Bambang Nurdiansyah, atau yang akrab disapa Banur, melihat adanya sentuhan modern yang membuat permainan Indonesia lebih terstruktur dibandingkan sebelumnya.
Transformasi Taktis di FIFA Series 2026
Perjalanan singkat Indonesia di turnamen tersebut memberikan gambaran jelas mengenai filosofi yang dibawa pelatih asal Kanada tersebut:
Agresivitas Kontra Saint Kitts & Nevis: Indonesia menang telak 4-0. Kemenangan ini bukan sekadar skor besar, melainkan bukti pendekatan permainan yang lebih agresif dan serangan yang terencana rapi.
Dominasi Melawan Bulgaria: Meski kalah tipis 0-1 lewat titik penalti di final, skuad Garuda justru mampu mendominasi jalannya pertandingan. Penguasaan bola dan aliran serangan yang cair menunjukkan mentalitas tim yang sudah berani mengimbangi wakil Eropa.
“Dalam waktu yang singkat, dia (John Herdman) memberikan bentuk baru untuk cara bermain timnas. Sejauh ini bagus,” ujar Bambang Nurdiansyah.
Pekerjaan Rumah (PR): Krisis Penyerang Tajam
Meski memuji organisasi permainan secara keseluruhan, Banur memberikan catatan kritis bagi Herdman.
Sebagai mantan striker jempolan, ia merasa lini depan Indonesia masih membutuhkan sosok "pembunuh" di kotak penalti lawan.
-
Banur mendesak adanya penambahan pemain di sektor penyerang untuk menyempurnakan skema serangan yang sudah mulai terbentuk.
-
Dominasi saat melawan Bulgaria membuktikan bahwa menciptakan peluang saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan penyelesaian akhir yang klinis.
Dukungan dari legenda seperti Bambang Nurdiansyah menjadi sinyal positif bagi John Herdman untuk terus bereksperimen.
Proses adaptasi yang berjalan sangat cepat, ekspektasi publik agar Timnas Indonesia meraih prestasi tertinggi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani