Jawa Pos Radar Madiun – Madura United FC gagal memutus tren negatif setelah dipaksa menyerah oleh tamunya, Borneo FC Samarinda, dengan skor 1-3.
Laga pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 yang berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Minggu malam (5/4), kembali menunjukkan masalah krusial di lini depan tuan rumah.
Kekalahan ini memperpanjang catatan kelam Laskar Sape Kerrab yang kini belum menyentuh kemenangan dalam 11 laga terakhir.
Jalannya Laga: Efektivitas Borneo FC Jadi Kunci
Borneo FC tampil sangat klinis sejak peluit awal dibunyikan.
Baca Juga: Rekap BRI Super League Pekan ke-26: Persib Tak Terbendung, Bali United Mengamuk di Kandang
Tim berjuluk Pesut Etam tersebut langsung unggul cepat lewat aksi Koldo Obieta Alberdi pada menit ke-2.
Koldo kemudian mencatatkan brace setelah kembali membobol gawang M. Dicky Indriyana pada menit ke-60.
Pesta kemenangan tim tamu ditutup oleh gol Mariano Ezequiel Peralta Bauer di penghujung laga (90').
Sementara itu, satu-satunya gol bagi Madura United lahir dari situasi yang cukup unik.
Bukan melalui sepakan pemain sendiri, melainkan gol bunuh diri bek Borneo FC, Christophe Nduwarugira, pada menit ke-42 setelah salah mengantisipasi skema tendangan pojok.
Statistik: 24 Tembakan, Minim Gol
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi serangan yang dilakukan Madura United.
Lulinha dkk. tercatat melepaskan total 24 tembakan, namun hanya 6 yang mengarah tepat ke sasaran.
Hal ini berbanding terbalik dengan efektivitas Borneo FC yang mampu mengonversi 3 gol hanya dari 4 tendangan on target.
Caretaker Pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, menyayangkan banyaknya peluang yang terbuang sia-sia oleh anak asuhnya.
"Masalah finishing, permasalahannya adalah kualitas finishing. Itu yang perlu kami perbaiki ke depan. Ini pertandingan yang berat karena kami menghadapi tim calon juara. Persiapan sudah maksimal, tapi hasilnya kami kalah malam ini," ujar Rakhmad.
Baca Juga: Persija Terpaut 9 Poin dari Puncak Klasemen: Mauricio Souza Bicara Kans di BRI Super League
Permohonan Maaf Skuad Madura United
Kiper Madura United, M. Dicky Indriyana, mewakili rekan-rekannya menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter atas hasil yang mengecewakan ini.
"Mewakili pemain, mohon maaf untuk hasil malam ini. Kami sudah melakukan yang terbaik di pertandingan ini, namun kami belum bisa mengakhiri tren negatif," ungkap Dicky dengan nada lesu.
Analisis Klasemen
Kekalahan ini membuat posisi Madura United semakin terhimpit di papan bawah klasemen sementara, tepatnya di peringkat ke-16 dengan 20 poin.
Di sisi lain, tambahan tiga poin ini membuat Borneo FC semakin kokoh di peringkat kedua dengan 57 poin, terus memberikan tekanan kepada Persib Bandung di puncak klasemen. (tif)
Editor : Latiful Habibi