Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Update BRI Super League: Tiket Pesawat Langka, Skuad Borneo FC Terpaksa "Terdampar" di Surabaya

Latiful Habibi • Selasa, 7 April 2026 | 18:25 WIB
TERTAHAN: Para pemain Borneo FC melakukan recovery di Surabaya akibat kelangkaan tiket pesawat ke Samarinda. (IG @borneofc.id)
TERTAHAN: Para pemain Borneo FC melakukan recovery di Surabaya akibat kelangkaan tiket pesawat ke Samarinda. (IG @borneofc.id)

Jawa Pos Radar Madiun – Kendala non-teknis harus dihadapi Borneo FC Samarinda usai melakoni laga pekan ke-26 melawan Madura United, Minggu (5/4/2026).

Skuad berjuluk Pesut Etam tersebut tidak bisa langsung bertolak pulang ke Kalimantan Timur akibat ludesnya tiket penerbangan menuju Samarinda maupun Balikpapan.

​Kondisi ini memaksa seluruh elemen tim untuk sementara waktu bertahan di Surabaya sembari menunggu jadwal keberangkatan yang tersedia.

Dampak Kelangkaan Tiket ke Kaltim

Dilaporkan website resmi tim, Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengonfirmasi bahwa sulitnya akses transportasi udara menjadi alasan utama tim belum beranjak dari ibu kota Jawa Timur tersebut.

Baca Juga: Rekap BRI Super League Pekan ke-26: Persib Tak Terbendung, Bali United Mengamuk di Kandang

Berdasarkan pantauan di berbagai aplikasi Online Travel Agent (OTA), tiket penerbangan menuju Kalimantan Timur memang tengah mengalami kelangkaan ekstrem.

Bahkan harga yang tersisa melonjak jauh di atas normal.

​Tim baru mendapatkan kepastian tiket untuk kembali pada Kamis (9/4/2026), itu pun melalui rute yang cukup panjang.

​"Tiket pesawat langka, jadi kami memutuskan untuk bertahan di Surabaya. Alhamdulillah, kami bisa mendapatkan tiket di tanggal 9 dengan rute transit Jakarta lalu baru ke Samarinda," ujar Dandri menjelaskan.

Persiapan Mepet Jelang Laga Kandang

​Situasi ini tentu menjadi tantangan berat bagi manajemen dan tim pelatih.

Baca Juga: Persija Krisis Kemenangan: Manajemen Kecewa, Bambang Pamungkas Sampai Bilang Begini

Dengan jadwal kepulangan pada Kamis, Borneo FC tercatat hanya memiliki satu hari efektif di Samarinda sebelum menjamu PSBS Biak pada Sabtu (11/4/2026).

Meskipun waktu istirahat dan persiapan di kandang menjadi sangat sempit, Dandri memastikan bahwa program latihan tetap berjalan selama mereka berada di Surabaya.

Ia menegaskan bahwa kendala ini tidak boleh merusak momentum dan mentalitas pemain.

Upaya Borneo FC selama di Surabaya:

​Menjaga Kondisi Fisik: Latihan rutin tetap digelar untuk menjaga kebugaran pemain.

​Fasilitas Latihan: Manajemen telah memastikan ketersediaan lapangan latihan yang representatif selama di Surabaya.

​Penguatan Mental: Tim tetap fokus pada target pertandingan berikutnya tanpa menjadikan masalah transportasi sebagai alasan.

Baca Juga: Update BRI Super League: Mauricio Souza Bicara Peluang Juara Persija di Sisa Musim, "Kompetisi Masih Terbuka!"

Mentalitas Pesut Etam Tetap Terjaga

Dandri Dauri optimistis keterlambatan kepulangan ini tidak akan melunturkan semangat juang penggawa Pesut Etam.

Baginya, adaptasi terhadap situasi tak terduga adalah bagian dari ujian menuju konsistensi di papan atas.

​"Di sini kami tetap latihan dan kami tetap menjaga semangat serta mentalitas tim. Untuk lokasi latihan, aman. Yang jelas ini bukan halangan bagi kami untuk mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya," tegasnya menutup pembicaraan.

Baca Juga: Sejarah Baru! Teja Paku Alam Pecahkan Rekor Milik Andritany Ardhiyasa: Menuju Raja Clean Sheet Liga 1

​Kini, Borneo FC harus berpacu dengan waktu untuk memulihkan kebugaran sebelum meladeni perlawanan PSBS Biak di hadapan pendukung setia mereka di Samarinda. (tif)

Editor : Latiful Habibi
#tiket pesawat #borneo fc #madura united #BRI Super League #surabaya