Jawa Pos Radar Madiun - Persaingan memperebutkan gelar sepatu emas di BRI Super League selalu menjadi drama yang menarik untuk diikuti setiap musimnya.
Tidak hanya soal gengsi pribadi, ketajaman seorang striker sering kali menjadi penentu nasib klub dalam perburuan gelar juara atau melarikan diri dari zona degradasi.
Hingga pekan ke-26 ini, dominasi legiun asing, khususnya dari Brasil, masih belum tergoyahkan dalam daftar pencetak gol terbanyak.
Daftar Top Skor Sementara BRI Super League 2025/2026
Memasuki fase akhir musim ini, persaingan di papan atas top skor sangat ketat dengan selisih gol yang tipis antar pemain.
|
Peringkat |
Nama Pemain |
Klub |
Jumlah Gol |
|---|---|---|---|
|
1 |
David da Silva |
Malut United |
16 |
|
2 |
Maxwell Souza |
Persija Jakarta |
14 |
|
3 |
Dalberto |
Arema FC |
14 |
|
4 |
Mariano Peralta |
Borneo FC |
13 |
|
5 |
Alex Martins |
Dewa United |
12 |
Kilas Balik: Daftar Top Skor 5 Musim Terakhir
Untuk memahami tren produktivitas di liga kita, mari kita lihat siapa saja yang berhasil membawa pulang sepatu emas dalam lima edisi terakhir:
Musim 2025/2026 (Ongoing):
David da Silva memimpin sementara. Setelah sukses besar bersama Persib, ketajamannya tetap terjaga meski kini berseragam Malut United.
Musim 2024/2025:
David da Silva (Persib Bandung) – Mengukuhkan diri sebagai legenda hidup dengan konsistensi luar biasa.
Musim 2023/2024:
David da Silva (Persib Bandung) – Menjadi kunci sukses Maung Bandung meraih prestasi tertinggi.
Musim 2022/2023:
Matheus Pato (Borneo FC) – Striker asal Brasil ini meledak dengan koleksi 25 gol dalam satu musim. Selisih 2 gol dari David da Silva yang mencetak 23 gol.
Musim 2021/2022:
Ilija Spasojevic (Bali United) – Bomber naturalisasi ini membuktikan bahwa usia hanyalah angka dengan raihan 23 gol.
Analisis & Ulasan: Mengapa Striker Brasil Mendominasi?
Dalam lima edisi terakhir, ada pola menarik yang terlihat jelas.
Dominasi total talenta Brasil dari Matheus Pato hingga David da Silva, berikut adalah beberapa poin analisisnya:
1. Adaptasi Cepat Terhadap Iklim Indonesia
Pemain asal Brasil cenderung lebih cepat beradaptasi dengan cuaca tropis Indonesia dibandingkan pemain dari Eropa.
Hal ini memungkinkan mereka mempertahankan intensitas fisik selama 90 menit pertandingan yang panas dan lembap.
2. Ketergantungan Klub pada "Target Man" Asing
Hampir seluruh klub di BRI Super League menggunakan skema yang memanjakan satu ujung tombak asing.
Hal ini membuat distribusi bola terfokus pada striker impor, sehingga peluang mereka mencetak gol jauh lebih tinggi dibanding pemain lokal yang sering kali digeser ke posisi sayap.
3. Kemampuan Individu dan "Winning Mentality"
Pemain seperti David da Silva memiliki kemampuan positioning yang sangat cerdas.
Mereka tidak perlu banyak berlari, namun selalu berada di posisi yang tepat saat bola muntah atau umpan silang datang.
Mentalitas untuk "lapar" mencetak gol ini yang sering kali menjadi pembeda.
4. Tantangan bagi Striker Lokal
Minimnya striker lokal di daftar 5 besar menjadi pekerjaan rumah besar bagi sepak bola Indonesia.
Jarangnya menit bermain bagi penyerang lokal di posisi nomor 9 (striker murni) membuat regenerasi di lini depan Timnas sering kali terhambat oleh dominasi pemain asing di liga domestik.
Peta persaingan top skor BRI Super League 2025/2026 masih sangat terbuka.
Baca Juga: Inspiratif! Motivasi Terbesar David Da Silva di Balik Kesuksesan Karirnya di Liga Indonesia
Dengan David da Silva yang memimpin, tantangan besar ada di pundak Maxwell dan Dalberto untuk mengejar di sisa laga.
Siapakah yang akan membawa pulang trofi sepatu emas musim ini? (tif)
Editor : Latiful Habibi