Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

De Rossi Disambut Tepuk Tangan Fans Juventus, Dipuji karena Akui Dominasi 9 Scudetto

Andi Chorniawan • Rabu, 8 April 2026 | 16:12 WIB
De Rossi pelatih Genoa mendapatkan aplaus dari fans Juventus.
De Rossi pelatih Genoa mendapatkan aplaus dari fans Juventus.

Jawa Pos Radar Madiun – Momen tak biasa terjadi di Allianz Stadium saat Daniele De Rossi memimpin Genoa menghadapi tuan rumah dalam lanjutan laga Serie A, Sabtu (4/4) lalu.

Alih-alih mendapat tekanan sebagai rival, De Rossi justru menerima aplaus dari suporter Bianconeri.

Momen tersebut terjadi saat namanya disebut sesaat sebelum pertandingan dimulai.

Baca Juga: Bukan Sekadar Refleks! Ini Cerita di Balik Penyelamatan Penalti Di Gregorio saat Juventus Kalahkan Genoa

Sebuah banner di salah satu sudut stadion juga memberikan pujian untuk legenda AS Roma itu.

Aplaus untuk Rival yang Sportif

Dalam dunia sepak bola yang sarat rivalitas, penghormatan dari suporter lawan menjadi sesuatu yang jarang terjadi. Namun, De Rossi mendapat perlakuan berbeda.

Aplaus tersebut bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, De Rossi dikenal sebagai salah satu rival yang tetap menjaga sikap sportif terhadap Juventus.

Ia termasuk sedikit figur yang secara terbuka mengakui dominasi Juventus, terutama saat klub tersebut meraih sembilan gelar Serie A secara beruntun.

Sikap tersebut membuatnya dihormati, bahkan oleh fans tim lawan.

Pengakuan atas Dominasi Juventus

Dalam berbagai kesempatan, De Rossi tidak pernah meragukan pencapaian Juventus di lapangan.

Ia menilai kesuksesan Bianconeri bukan sekadar kontroversi atau faktor eksternal, melainkan hasil performa yang konsisten dan kuat.

Bagi sebagian fans Juventus, sikap itu menjadi pembeda di tengah rivalitas panas yang kerap dibumbui kritik tajam.

Baca Juga: Era Mohamed Salah Segera Berakhir, Liverpool Siapkan Suksesor dari Juventus

De Rossi dianggap sebagai rival yang jujur—mengakui keunggulan tanpa kehilangan identitas sebagai lawan.

Respons De Rossi

Menanggapi aplaus tersebut, De Rossi mengaku tersentuh.

“Ini membuat saya senang, terutama karena saya selalu menjadi rival mereka. Selama 20 tahun, orang-orang menganggap Anda sebagai pengganggu yang selalu marah, tetapi ketika karier Anda berakhir, kebencian itu berakhir,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa sikapnya yang tidak berlebihan dalam berkomentar mungkin menjadi alasan dirinya tetap dihargai hingga kini.

Laga Juventus vs Genoa

Dalam pertandingan tersebut, Juventus yang ditangani Luciano Spalletti berhasil menang 2-0 atas Genoa.

Namun, hasil pertandingan justru bukan menjadi sorotan utama.

Momen aplaus kepada De Rossi menjadi cerita paling berkesan, memperlihatkan sisi lain sepak bola yang jarang terlihat—rivalitas yang dibalut rasa hormat.

Editor : Andi Chorniawan
#de rossi #aplaus #Juventus #genoa #fans