Jawa Pos Radar Madiun – Persaingan menuju takhta juara BRI Super League 2025/26 semakin mengerucut.
Persib Bandung sukses memperlebar jarak dengan salah satu rival klasiknya, Persija Jakarta, yang harus menelan kekalahan dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-26.
Di saat Macan Kemayoran tergelincir, Persib justru tampil perkasa dengan membawa pulang poin penuh dari kandang Semen Padang FC.
Namun, posisi Maung Bandung di puncak klasemen belum sepenuhnya aman.
Borneo FC Samarinda di bawah asuhan Fabio Lefundes terus menempel ketat di posisi kedua setelah berhasil menaklukkan Madura United FC.
Fokus Penuh: Delapan Laga Sisa
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menegaskan bahwa perjuangan timnya masih jauh dari kata usai.
Dengan selisih empat poin dari Borneo FC, pelatih asal Kroasia tersebut meminta anak asuhnya untuk tidak kehilangan fokus.
“Masih banyak pertandingan. Bagus mungkin kami punya keunggulan lebih dari Persija, tapi belum ada yang terjadi. Selisih kami dengan Borneo FC masih empat poin, jadi kami hanya perlu fokus pada pertandingan selanjutnya,” ujar Hodak.
Menjaga Keangkeran GBLA
Pada pekan ke-27 yang akan berlangsung Minggu (12/4), Persib Bandung dijadwalkan menjamu Bali United FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Laga ini menjadi pembuktian konsistensi Persib yang memegang rekor kandang sempurna musim ini:
Main: 13 Laga
Menang: 13 Kali
Gol Memasukkan: 25 Gol
Kebobolan: 1 Gol
Meski memiliki statistik pertahanan yang sangat kokoh di rumah sendiri, Hodak tidak mau meremehkan lawan.
Ia berencana memantau langsung kekuatan terbaru Serdadu Tridatu.
“Untuk Bali United, saya harus lihat mereka dulu. Saya akan menonton laga mereka akhir pekan ini dan setelah itu baru kami membuat rencana,” tambahnya.
Waspadai Kebangkitan Bali United
Persib patut waspada. Bali United datang ke Bandung dengan modal kepercayaan diri yang meluap setelah menghancurkan PSBS Biak dengan skor mencolok 6-1.
Salah satu sosok yang masuk dalam radar pengawasan ketat adalah Joao Ferrari.
Bek yang juga produktif ini sukses mencetak brace (dua gol) dalam laga terakhirnya, membuktikan bahwa ancaman Bali United tidak hanya datang dari barisan penyerang, tetapi juga melalui situasi bola mati dan pemain bertahan mereka.
Laga di GBLA akhir pekan nanti diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi lini belakang Persib untuk mempertahankan rekor minim kebobolan mereka.
Sekaligus menjaga asa menjauh dari kejaran Borneo FC dan Persija Jakarta di jalur juara. (tif)
Editor : Latiful Habibi