Jawa Pos Radar Madiun – Langkah Persija Jakarta menuju takhta juara BRI Super League 2025/26 menemui jalan terjal.
Memasuki penghujung musim, tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut justru kehilangan momentum setelah gagal memetik satu pun kemenangan dalam tiga laga terakhir mereka.
Rangkaian hasil minor tersebut dimulai saat ditahan imbang Borneo FC Samarinda (2-2), disusul hasil seri melawan Dewa United Banten FC (1-1), dan puncaknya saat harus menyerah 2-3 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Tren negatif ini memicu kekhawatiran besar di kalangan suporter dan manajemen.
Kekecewaan Manajemen dan Sorotan Konsistensi
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, secara terbuka mengungkapkan kekecewaan manajemen atas penurunan performa tim.
Sosok yang akrab disapa Bepe ini menilai inkonsistensi telah membuat posisi Persija menjadi sulit di papan atas.
“Manajemen sangat menyayangkan tiga laga terakhir dilewati tanpa kemenangan. Walaupun tidak mudah, secara hitungan poin segala kemungkinan masih bisa terjadi,” tegas Bepe.
Evaluasi mendalam kini tengah dilakukan. Fokus utama adalah mengembalikan mentalitas pemenang pemain di tengah tekanan jadwal yang semakin padat dan persaingan klasemen yang kian ketat.
Baca Juga: Prediksi Skor Persita Tangerang vs Arema FC: Singo Edan Incar Kemenangan Di Kandang Lawan
Delapan Laga Sisa: Tanpa Ruang untuk Kesalahan
Dengan delapan pertandingan tersisa di musim ini, Persija tidak lagi memiliki kemewahan untuk melakukan kesalahan sekecil apa pun.
Bepe menekankan bahwa peluang meraih gelar masih ada secara matematis, namun hal itu memerlukan komitmen total dari seluruh elemen tim.
“Kami meminta pelatih dan pemain untuk memberikan fokus ekstra pada setiap pertandingan dan terus berjuang hingga pekan terakhir. Persija memiliki seluruh komponen untuk bangkit dan menjaga konsistensi,” tuturnya.
Baca Juga: Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs PSM Makassar: Juku Eja Berharap Dewi Fortuna Di Jogja
Momentum Kebangkitan
Harapan kini bertumpu pada kemampuan pelatih untuk meramu strategi di tengah kondisi tim yang sedang tertekan.
Manajemen berharap tim bisa memberikan "respon kuat" pada pertandingan berikutnya guna menciptakan momentum kebangkitan.
Bagi Persija, delapan laga terakhir bukan sekadar jadwal pertandingan, melainkan delapan laga "final" yang akan menentukan.
Apakah piala BRI Super League musim ini akan mampir ke Jakarta atau menjadi milik tim lain. (tif)
Editor : Latiful Habibi