Jawa Pos Radar Madiun – Fakta mengejutkan datang dari Liga Italia Serie A terkait pengembangan pemain muda.
Dalam lima tahun terakhir, Serie A tercatat sebagai satu-satunya dari Big-10 League Eropa yang tidak memiliki satu pun klub dengan penggunaan pemain U21 mencapai 10 persen menit bermain.
Data ini langsung memicu kritik tajam. Serie A dinilai tertinggal dalam pengembangan talenta muda dibanding liga top Eropa lainnya.
Lantas, Juventus, klub yang disebut punya akademi pemain muda terbaik di Italia, berada di peringkat berapa?
Baca Juga: Alisson Becker Buka Pintu Gabung Juventus, Ada Syarat Berat untuk Bianconeri
Tertinggal dari Liga Top Eropa
Jika dibandingkan dengan liga lain seperti Premier League, La Liga, hingga Bundesliga, Serie A terlihat jauh tertinggal.
Klub-klub di liga tersebut justru berani menjadikan pemain muda sebagai bagian inti tim. Bahkan banyak talenta U-21 menjadi starter reguler.
Data Persentase Menit Pemain U-21
Berdasarkan data terbaru, klub-klub Serie A masih minim memberikan kesempatan kepada pemain muda. Bahkan, Juventus hanya menempati peringkat keempat.
Berikut persentase menit bermain U-21:
- Parma Calcio – 9,5%
- Cagliari Calcio – 8,6%
- Hellas Verona – 7,5%
- Juventus – 5,9%
- Bologna FC – 5,5%
- Como 1907 – 5,4%
- Atalanta – 5,2%
- Udinese Calcio – 5,1%
- US Lecce – 4,9%
- Genoa – 4,5%
- AS Roma – 4,0%
- Cremonese – 3,9%
- Fiorentina – 3,7%
- AC Milan – 3,2%
- Torino FC – 3,1%
- Sassuolo – 2,3%
- Pisa SC – 2,3%
- Inter Milan – 0,8%
- Lazio – 0,4%
- Napoli – 0,0%
Tidak ada satu pun klub yang menyentuh angka 10 persen. Bahkan tim besar seperti Inter Milan dan Napoli mencatat angka sangat rendah.
Dampak ke Tim Nasional Italia
Minimnya menit bermain pemain muda berpotensi berdampak serius pada regenerasi tim nasional.
Tanpa jam terbang yang cukup di level klub, pemain muda Italia akan kesulitan berkembang dan bersaing di level internasional.
Isu ini juga sejalan dengan kritik yang sebelumnya muncul, termasuk gagasan dari pelatih seperti Luciano Spalletti yang mendorong klub lebih berani memberi ruang bagi pemain muda.
Tanda Perubahan, Tapi Belum Signifikan
Meski beberapa klub mulai memberi kesempatan kepada pemain muda, tren tersebut belum cukup kuat untuk mengubah wajah kompetisi secara keseluruhan.
Serie A masih dikenal sebagai liga yang lebih mengandalkan pengalaman dibanding regenerasi.
Data ini menjadi alarm serius bagi sepak bola Italia: tanpa investasi pada pemain muda, masa depan kompetisi dan tim nasional bisa terancam.
Editor : Andi Chorniawan