Jawa Pos Radar Madiun - Ratu bulu tangkis Korea Selatan, An Se-young, berhasil menuntaskan misi balas dendamnya dengan sempurna.
An sukses menjuarai Kejuaraan Asia (BAC) 2026 setelah menumbangkan wakil tuan rumah, Wang Zhi Yi, di Ningbo Olympic Sports Center, China, Minggu (12/4).
Dalam laga final yang menguras fisik tersebut, An Se-young menang melalui drama rubber game dengan skor 21-12, 17-21, 21-18.
Pertandingan ini berlangsung maraton selama 100 menit, menunjukkan tingginya tensi persaingan kedua pemain.
Misi Revans dari All England 2026
Kemenangan di Ningbo ini memiliki makna mendalam bagi An Se-young. Gelar ini menjadi pembalasan instan setelah bulan lalu ia dipaksa menyerah oleh Wang Zhi Yi di final All England 2026 melalui dua gim langsung.
Secara statistik, hasil ini semakin memperlebar jurang rekor pertemuan keduanya.
Dari total 24 perjumpaan di sirkuit profesional, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tersebut kini telah mengoleksi 19 kemenangan atas Wang Zhi Yi.
Baca Juga: Tampil Dominan vs Makhmudov, Tyson Fury Langsung Tantang Anthony Joshua
Jalannya Pertandingan: Duel Mental di Poin Kritis
An Se-young memulai gim pertama dengan sangat solid. Ia bermain taktis dan meminimalisir kesalahan sendiri, yang memaksa Wang Zhi Yi tertinggal jauh hingga gim pertama berakhir 21-12.
Namun, memasuki gim kedua, Wang bangkit di hadapan pendukungnya sendiri. Pemain China tersebut meningkatkan intensitas serangan dan tempo permainan, yang berhasil meredam pertahanan An Se-young dan memaksa terjadinya gim penentuan.
Momen krusial terjadi di gim ketiga. Skor sempat imbang dan sangat ketat hingga angka 15-15.
Wang Zhi Yi terus memberikan tekanan lewat variasi pukulan tajam.
An Se-young menunjukkan kematangan mentalnya dengan tetap tenang di poin-poin tua, sebelum akhirnya menutup laga dengan skor 21-18.
Gelar juara ini semakin memperkokoh posisi An Se-young sebagai tunggal putri nomor satu yang paling konsisten di level tertinggi.
Kemenangan di kandang lawan membuktikan bahwa An memiliki ketahanan fisik dan mental yang luar biasa, sekaligus menjadikannya momok menakutkan bagi deretan pemain elite China di sisa musim 2026. (naz)
Editor : Mizan Ahsani