Jawa Pos Radar Madiun - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) secara resmi memulai langkah revolusioner dengan menguji penggunaan kok sintetis dalam sejumlah turnamen internasional.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengevaluasi kemungkinan penerapan kok non-bulu di level kompetisi elite di masa depan.
BWF telah memberikan lampu hijau bagi penggunaan kok sintetis hasil produksi dua raksasa perlengkapan olahraga, Victor dan Yonex, untuk digunakan pada turnamen kategori BWF Grade 3 serta ajang Junior International.
Kemitraan Strategis dengan Victor dan Yonex
Dalam fase evaluasi ini, BWF berkomitmen bekerja sama secara intensif dengan kedua produsen untuk memastikan kualitas kok sintetis tetap memenuhi standar tinggi dunia bulu tangkis. Fokus utama pengkajian meliputi:
-
Karakteristik Terbang: Menjaga agar pola terbang kok sintetis semirip mungkin dengan kok bulu angsa alami.
-
Durabilitas dan Performa: Menguji ketahanan fisik kok saat digunakan dalam tensi pertandingan tinggi.
-
Kesesuaian Standar: Memastikan kok tetap kompetitif untuk standar pertandingan internasional saat ini.
Dua Produk yang Mendapat Persetujuan
Ada dua model spesifik yang telah disetujui BWF untuk digunakan selama periode uji coba ini:
-
Victor New Carbon Sonic Max Synthetic Shuttlecock (SC-NCS-MAX-12)
-
Yonex Crosswind 70 Synthetic Shuttlecock
Kedua produk ini akan menjadi instrumen utama dalam pengumpulan data performa dari berbagai pihak, mulai dari pemain, ofisial teknis, hingga penyelenggara turnamen di lapangan.
Data dan masukan yang terkumpul selama uji coba di level bawah dan junior ini akan menjadi bahan pertimbangan krusial bagi BWF.
Jika hasil evaluasi menunjukkan performa yang stabil dan diterima oleh para atlet, tidak menutup kemungkinan penggunaan kok sintetis akan diangkat ke turnamen level tertinggi (Grade 1 dan Grade 2) di tahun-tahun mendatang.
Kebijakan ini juga dipandang sebagai upaya industri bulu tangkis untuk menjadi lebih berkelanjutan (sustainable) dan mengurangi ketergantungan pada bahan baku bulu alami. (naz)
Editor : Mizan Ahsani