Jawa Pos Radar Madiun - Legenda Manchester United sekaligus pundit Sky Sports, Gary Neville, memberikan kritik tajam terhadap model bisnis dan struktur organisasi Chelsea.
Menurutnya, kegagalan The Blues bersaing di papan atas musim ini adalah buah dari kebijakan yang hanya fokus pada pemain muda tanpa pilar pengalaman yang kuat.
Setelah kekalahan memalukan 0-3 dari Manchester City, Chelsea kini terperosok ke peringkat keenam, terpaut tujuh poin dari zona Liga Champions.
Neville menilai klub asal London Barat tersebut sedang berada dalam kekacauan besar.
Neville menyoroti kebijakan rekrutmen Chelsea yang terus mendatangkan talenta muda dengan kontrak jangka panjang, namun mengabaikan kebutuhan akan pemimpin di lapangan.
"Model merekrut pemain muda itu bagus, tapi Anda tidak bisa membiarkan mereka tanpa tulang punggung yang berpengalaman di posisi kiper, bek tengah, atau penyerang tengah," ujar Neville dalam The Gary Neville Podcast.
Ia menambahkan bahwa pemain muda membutuhkan sosok pemimpin yang bisa membimbing mereka di momen-momen sulit.
"Anda butuh pemain berpengalaman dan pemimpin di sekitar pemain muda, sesederhana itu."
Kritik Neville tidak berhenti di skuat, ia juga menyentil struktur manajemen Chelsea yang dianggap terlalu minim jam terbang di level elit.
Baca Juga: Chelsea Babak Belur Dihajar City, Liam Rosenior Singgung Guardiola dan Klopp
Liam Rosenior dianggap sedang memikul beban yang belum pernah ia hadapi sebelumnya.
Neville mempertanyakan siapa sosok di manajemen yang mampu menenangkan dan membimbing Rosenior saat tekanan memuncak.
Pemilik baru dan jajaran direktur olahraga dinilai masih terlalu "segar" untuk mengelola klub sebesar Chelsea di tengah badai krisis.
"Apa yang kita lihat dari Chelsea adalah cermin diri mereka. Mereka bisa terlihat sangat berbakat, tapi kemudian tampak sangat tidak dewasa dan mudah dihempaskan seperti lalat kecil," tegasnya.
Neville juga mengecam komentar terbaru dari Enzo Fernandez dan Marc Cucurella yang dianggap justru memperkeruh suasana di internal tim.
"Komentar mereka sepenuhnya egois. Itu tidak membantu manajer Anda yang masih muda dan tidak membantu rekan setim Anda. Di periode ketika Anda harus bersatu, komentar-komentar itu justru menciptakan persepsi adanya ketidakharmonisan," tambah Neville.
Akibat rentetan hasil buruk dan masalah disiplin internal, Neville meyakini bahwa peluang Chelsea untuk finis di empat besar sudah tertutup.
Ia memprediksi Aston Villa lah yang akan mengamankan tiket terakhir ke Liga Champions.
"Bagi saya, Chelsea akan absen dari Liga Champions. Mereka sedang dalam kekacauan saat ini, dan musim panas nanti adalah waktunya untuk melakukan pengaturan ulang (reset) total," pungkasnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani