Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Persebaya Surabaya Kebobolan 11 Gol dalam Tiga Laga Tandang Terakhir, Bernardo Tavares: Peningkatan Mentalitas Adalah Harga Mati!

Latiful Habibi • Senin, 13 April 2026 | 15:08 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares. (IG @officialpersebaya)
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares. (IG @officialpersebaya)

Jawa Pos Radar Madiun – Persebaya Surabaya tengah menghadapi situasi sulit menyusul tren negatif saat melakoni laga di kandang lawan.

Tim berjuluk Green Force tersebut mencatatkan rekor buruk dengan kemasukan total 11 gol hanya dalam tiga pertandingan tandang terakhir mereka di kompetisi Super League.

​Kekalahan telak terbaru terjadi saat Persebaya bertamu ke markas Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu (11/4).

Dalam laga tersebut, gawang yang dikawal Andhika Ramadhani harus menyerah tiga gol tanpa balas.

​Gol pembuka Persija dicetak oleh Allano Lima melalui titik putih pada menit ke-15, disusul oleh brace dari Eksel Runtukahu pada menit ke-54 dan ke-76 yang memastikan kekalahan tragis bagi tim asal Surabaya tersebut.

Baca Juga: Preview Piala AFF U-17: Dibayangi Hasil Buruk Saat Ujicoba, Kurniawan Dwi Yulianto Fokus Benahi Mentalitas Pemain

Rapor Merah Laga Tandang

​Catatan 11 gol dalam tiga laga tandang ini menjadi alarm serius bagi jajaran kepelatihan.

Sebelumnya, Persebaya juga menderita kekalahan besar saat menghadapi:

Borneo FC Samarinda: Kalah dengan skor telak 5-1 (7/3).

​Persijap Jepara: Tumbang dengan skor 3-1 (21/2).

Persija Jakarta: Kalah dengan skor 3-0 (11/4).

Analisis Pelatih Bernardo Tavares

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui adanya masalah mendasar di sektor pertahanan dan sistem permainan timnya.

Baca Juga: Rekap Pertandingan BRI Super League Pekan ke-27: Persib Bandung Menjauh di Puncak, Borneo FC Dan Persija Menang Telak

Pelatih asal Portugal tersebut menyoroti lemahnya kedisiplinan pemain saat melakukan transisi.

​"Kami harus memperbaiki transisi bertahan, kontrol ruang, dan kedalaman. Dalam sistem bertahan, Green Force masih kurang baik saat melakukan transisi," ujar Tavares usai laga melawan Persija.

​Selain taktik, Tavares juga menyentuh aspek psikologis. Ia melihat adanya penurunan fokus dan kontrol emosi pemain ketika tim berada di bawah tekanan lawan.

Baginya, untuk menjadi tim yang tangguh, peningkatan mentalitas adalah harga mati.

Fokus Benahi Finishing dan Persiapan Derbi Suramadu

Tak hanya lini belakang, ketajaman lini depan pun tak luput dari evaluasi.

Baca Juga: Kandidat Pemain Terbaik BRI Super League Musim 2025/26: Thom Haye Masuk Bursa, Diikuti Sang Raja Assist Mariano Peralta

Meski menciptakan beberapa peluang saat melawan Persija, penyelesaian akhir yang buruk membuat peluang tersebut terbuang percuma.

Kini, Persebaya dituntut segera berbenah sebelum melakoni laga krusial berikutnya.

Green Force dijadwalkan akan menjamu Madura United dalam duel bertajuk Derbi Suramadu yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada 17 April mendatang.

Baca Juga: Top Skor BRI Super League 2025/26! David da Silva Masih Memimpin Sementara, Ditempel Ketat Mariano Peralta

"Saya ingin reaksi positif. Kami harus kembali berlatih dengan kepala tegak, mengevaluasi kesalahan, dan memperbaiki banyak hal," tutup Tavares optimis. (tif)

Editor : Latiful Habibi
#bonek #Persebaya Surabaya #Bernardo Tavares #BRI Super League #green force