Piala Presiden 2026 Bakal Pakai Format Baru, Erick Thohir Beri Bocoran Keterlibatan Daerah

Titis Osi Kurniawan • Dipublikasikan Senin, 13 April 2026 | 11:00 WIB
Starter Persib Bandung saat hadapi Thailand Port FC di Piala Presiden 2025 pada laga pembuka Grub B beberapa waktu lalu.
Starter Persib Bandung saat hadapi Thailand Port FC di Piala Presiden 2025 pada laga pembuka Grub B beberapa waktu lalu.

Jawa Pos Radar Madiun - Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan sinyal kuat bahwa gelaran Piala Presiden 2026 akan tampil dengan wajah baru.

Turnamen pramusim bergengsi edisi kedelapan tersebut saat ini tengah dalam proses pematangan dan berpeluang menggunakan format yang berbeda dari edisi-edisi sebelumnya.

Rencana ini diungkapkan Erick usai penutupan Piala Presiden 2025 di Jakarta, Minggu. Menurutnya, PSSI ingin memperluas gaung turnamen dengan melibatkan peran aktif pemerintah daerah di berbagai tingkatan.

Erick Thohir menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah untuk terus menjaga gairah sepak bola nasional.

Format baru yang tengah didiskusikan kemungkinan besar akan menyasar kontribusi langsung dari pemerintah provinsi, kabupaten, hingga kota.

"Intinya kita mau semua gubernur dan bupati berkontribusi supaya sepak bola ini bisa terus bergelora. Mudah-mudahan dengan format ini, keterlibatan klub-klub di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi bisa lebih terasa. Ini yang perlu kita libatkan lagi," ujar Erick.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Kebobolan 11 Gol dalam Tiga Laga Tandang Terakhir, Bernardo Tavares: Peningkatan Mentalitas Adalah Harga Mati!

Evaluasi Peserta dan Kesuksesan Klub Luar Negeri

Piala Presiden sebelumnya dikenal dengan partisipasi klub dari Liga 1 dan Liga 2.

Bahkan, pada edisi 2025 yang hanya diikuti enam tim, dua klub luar negeri yakni Port FC (Thailand) dan Oxford United (Inggris) berhasil mencuri perhatian. Port FC keluar sebagai juara setelah mengalahkan Oxford United di partai final.

Kesan positif dari keikutsertaan klub asing tersebut membuat PSSI mempertimbangkan formula baru untuk keterlibatan mereka di masa depan.

"Mereka ada keinginan untuk kembali. Tapi kita lihat dulu formulanya, karena pembangunan Tim Nasional, Liga 1, dan Liga 2 saat ini juga sedang berjalan pesat," tambahnya.

Tantangan Jadwal dan Piala Dunia 2026

Berbeda dengan edisi 2025 yang digelar pada bulan Juli, jadwal Piala Presiden 2026 masih menjadi teka-teki. Hal ini dikarenakan adanya bentrokan jadwal dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

"Belum tahu (jadwalnya), karena memang kompleksitas tahun depan ada kejuaraan Piala Dunia. Nanti beri kami waktu sampai hari Kamis untuk mematangkan ini," ungkap Erick.

Senada dengan Erick, Ketua Steering Committee Piala Presiden, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa kesuksesan turnamen pramusim ini bukan hasil kerja individu, melainkan kolaborasi dari seluruh ekosistem sepak bola, mulai dari sponsor hingga aparat keamanan.

"Dalam sepak bola tidak ada superman, yang ada super tim. Yaitu klub, manajer, pemain, media, sponsor, regulator, pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Semua menjadi satu kesatuan ekosistem yang terkontrol," tegas Maruarar. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
piala presiden 2026 Erick Thohir pssi