Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kata-kata Widodo C. Putro Usai Garudayaksa FC Bungkam PSMS Medan: Perlu Evaluasi Terutama Soal Emosi

Latiful Habibi • Selasa, 14 April 2026 | 16:16 WIB
Pemain Garudayaksa dikawal ketat oleh lawannya dalam laga pekan ke-24 lalu. (IG @garudayaksafc.official)
Pemain Garudayaksa dikawal ketat oleh lawannya dalam laga pekan ke-24 lalu. (IG @garudayaksafc.official)

Jawa Pos Radar Madiun – Garudayaksa FC berhasil mengamankan poin penuh setelah menang tipis 1-0 atas PSMS Medan dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Pakansari, Sabtu (11/4).

Meski menang, pelatih kepala Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro, memberikan catatan serius terkait kedisiplinan pemain di lapangan.

​Widodo menilai anak asuhnya telah menjalankan game plan dengan sangat baik pada awal laga.

Namun, skema tersebut harus berubah total setelah salah satu pemain pilar mereka, Gigis, menerima kartu merah yang memaksa tim bermain dengan sepuluh orang.

Baca Juga: Update Pegadaian Championship: Persipura Masih Berpeluang Juara Meski Digeser PS Barito Putera Ke Posisi 3 Klasemen Sementara

Adaptasi Strategi Akibat Kartu Merah

Meskipun harus melakukan penyesuaian taktik darurat di tengah pertandingan, Widodo mengapresiasi daya juang para pemain yang mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

​"Sebetulnya game plan sudah bagus di awal babak kita bisa bermain bagus, tapi setelah kejadian kartu merah kita berubah game plan tapi itu normal. Hasil ini patut kita syukuri meskipun ada beberapa catatan yang mesti terus kita evaluasi, terutama mengenai emosi," ujar Widodo usai laga.

Sorotan terhadap Kedisiplinan di Era VAR

Eks pelatih Bhayangkara FC ini menyoroti pentingnya kecerdasan pemain dalam menyikapi aturan sepak bola modern.

Ia menekankan bahwa keberadaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) membuat setiap pergerakan pemain, termasuk gerakan tambahan yang tidak disengaja, akan terpantau dengan jelas oleh wasit.

Baca Juga: Update Pegadaian Championship: Dua Tim Siap Mengkudeta, Posisi PSS Sleman Dalam Bahaya!

Widodo menyayangkan insiden kartu merah yang menimpa Gigis, padahal sebelumnya tim sudah sepakat untuk meminimalisir pelanggaran yang tidak perlu.

"Saat ini kita tidak bisa seenaknya kayak dulu. Dulu kita bikin pelanggaran tidak ada review VAR. Sekarang beda, ada gerakan tambahan meskipun tidak sengaja itu tetap terlihat," tegas Widodo dengan nada serius.

Tuntutan Kedewasaan untuk Bersaing di Papan Atas

Kemenangan ini menjaga posisi Garudayaksa FC di jalur persaingan papan atas.

Namun, Widodo mengingatkan bahwa ambisi untuk promosi harus dibarengi dengan kedewasaan bermain dan kerja keras kolektif.

Baca Juga: Update Pegadaian Championship: Taklukkan Persipal 4-2, Deltras FC Segel Tempat di Liga 2 Musim Depan sebagai Kado Ultah ke-37

​"Saya berharap ke depannya pemain lebih dewasa. Kalau memang mau tetap di jalur atas, ya sama-sama kita bekerja keras. Tim pelatih juga demikian, akan mengevaluasi pertandingan tadi mengapa hal seperti ini bisa terjadi," tutupnya.

​Evaluasi ini menjadi krusial bagi Garudayaksa FC agar krisis pemain akibat sanksi kartu tidak menjadi penghambat langkah mereka di laga-laga menentukan selanjutnya dalam perburuan tiket menuju kasta tertinggi. (tif)

Editor : Latiful Habibi
#Widodo Cahyono Putro #psms medan #Garudayaksa FC #Pegadaian Championship #VAR