Jawa Pos Radar Madiun - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan rumor yang menyebut Timnas Indonesia berpeluang tampil di Piala Dunia 2026.
Isu ini mencuat menyusul kabar spekulatif mengenai potensi mundurnya Timnas Iran dari turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
Rumor ini bermula dari unggahan jurnalis ESPN, Luiz Carlos Largo, melalui akun X miliknya.
Ia menyebut adanya skema playoff tambahan yang melibatkan tim dari Eropa dan Asia, termasuk menyebut peluang bagi Italia.
Namun, benarkah regulasi FIFA memungkinkan hal tersebut bagi Skuad Garuda?
Spekulasi mundurnya Iran didasarkan pada ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat.
Mengingat sebagian besar laga fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di wilayah AS, muncul klaim bahwa Iran mungkin akan menarik diri sebagai bentuk protes politik.
Bantahan Tegas dari Pihak FIFA
Pihak FIFA telah memberikan klarifikasi resmi untuk meredam spekulasi yang semakin liar.
Seorang sumber internal FIFA menegaskan bahwa hingga Rabu (15/4), tidak ada pembahasan mengenai skema baru atau playoff tambahan akibat situasi politik negara mana pun.
Mengapa peluang Indonesia (secara regulasi) hampir mustahil melalui jalur ini?
Langkah Skuad Garuda secara resmi telah terhenti di babak keempat kualifikasi zona Asia setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak.
Jika sebuah negara mundur, FIFA biasanya merujuk pada tim dengan peringkat tertinggi di kualifikasi zona yang sama (AFC) yang berada tepat di bawah posisi tim yang mundur, bukan melakukan playoff acak.
Perubahan peserta di putaran final memerlukan proses birokrasi yang panjang dan jarang sekali melibatkan tim yang sudah gugur di babak awal.
Meskipun antusiasme suporter sangat tinggi, kenyataan pahit harus diterima bahwa Indonesia belum berhasil menembus putaran final melalui jalur kualifikasi reguler.
Kegagalan di babak keempat menjadi bukti bahwa masih ada jarak kualitas yang perlu dibenahi oleh PSSI untuk menatap edisi Piala Dunia berikutnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani