Jawa Pos Radar Madiun – PSIM Yogyakarta dihadapkan pada situasi pelik jelang laga tandang krusial melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Jumat (17/4).
Laskar Mataram harus berangkat ke Lampung dengan skuat yang keropos akibat badai cedera dan sanksi pemain.
Pelatih kepala PSIM, Jean Paul Van Gastel, mengakui bahwa persiapan timnya pekan ini berjalan lebih rumit dari biasanya.
Dua pilar utama di jantung pertahanan, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning.
Kehilangan duet menara kembar ini menjadi pukulan telak mengingat peran vital keduanya sepanjang musim.
Badai Cedera Menghantui
Masalah tidak berhenti di lini belakang. Sektor penyerangan dan tengah juga pincang.
Rahmatsho dipastikan menepi, sementara kondisi Roni Abiyoso masih menjadi tanda tanya besar.
"Persiapannya sedikit lebih rumit karena ada pemain cedera dan sanksi. Rahmatsho tidak akan bermain, dan untuk Abiyoso saya masih harus berkonsultasi dengan dokter tim," ujar Van Gastel.
Kondisi ini diperparah dengan absennya Anton Fase yang masih dalam masa pemulihan panjang, membuat pilihan rotasi pelatih asal Belanda tersebut kian terbatas.
Evaluasi "Penyakit" Bola Mati
Kekalahan menyakitkan 1-2 dari PSM Makassar di laga sebelumnya menjadi alarm keras bagi tim kepelatihan.
Van Gastel menyoroti hilangnya konsentrasi pemain, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati (set piece).
Dalam sesi latihan terakhir, mantan pemain Feyenoord ini memberikan porsi khusus pada latihan penjagaan satu lawan satu (man-to-man marking).
Ia mengkritik sikap pemainnya yang dinilai terlalu santai dan kurang memiliki rasa tanggung jawab saat bertahan.
"Kami merindukan kegigihan dalam permainan. Salah satu masalah utama kami adalah kurangnya rasa urgensi. Pemain menjaga lawan tanpa rasa tanggung jawab, dan itulah yang kami perbaiki sekarang," tegasnya.
Baca Juga: Kata-kata Bojan Hodak Usai Persib Taklukkan Bali United 3-2 Di GBLA
Misi Memutus Rekor Buruk
Laga melawan Bhayangkara FC bukan sekadar pertandingan biasa bagi PSIM. Ini adalah momentum untuk bangkit dari keterpurukan.
Dalam 10 laga terakhir, Laskar Mataram baru mengemas satu kemenangan, yakni saat menumbangkan PSBS Biak 4-2.
Sisanya, mereka meraih lima hasil imbang dan menelan empat kekalahan.
Meski dalam kondisi pincang, Van Gastel tetap meminta anak asuhnya untuk fokus pada kekuatan sendiri.
"Seperti biasa, kami fokus pada permainan kami sendiri. Itulah yang kami lakukan di setiap pertandingan," pungkasnya optimis.
Kemenangan di Bandar Lampung menjadi harga mati bagi PSIM Yogyakarta jika ingin memperbaiki posisi mereka di klasemen dan mengembalikan kepercayaan diri suporter sebelum kompetisi berakhir. (tif)
Editor : Latiful Habibi