Jawa Pos Radar Madiun - Juventus tampaknya telah menelurkan talenta berbakat dari akademi U13.
Di level usia dini, statistik biasanya hanya jadi catatan kecil. Tidak terlalu diperhatikan, apalagi dibesar-besarkan.
Tapi ada momen ketika angka terlalu besar untuk diabaikan, yakni 312 gol dalam satu musim, dilansir dari Skiller.
Angka itu yang membuat nama Lamine Ba yang masih berusia 12 tahun mulai beredar cepat. Dari akademi, ke tribun kecil, lalu meloncat ke layar ponsel banyak orang.
Baca Juga: Proyek Scudetto Juventus Dimulai! Luciano Spalletti Minta 5 Pemain Top, Ini Daftarnya
Bukan Sekadar Produktif
Bermain untuk Juventus U-13, Lamine Ba bukan hanya tajam. Penyerang asal Senegal-Italia ini terlihat berbeda.
Gerakannya cepat, keputusan di kotak penalti terasa natural, dan yang paling mencolok—kepercayaan diri yang tidak umum untuk pemain seusianya.
Ia tidak menunggu bola datang. Ia mencari ruang, membaca situasi, lalu menyelesaikan dengan dingin.
Di level ini, banyak pemain masih belajar dasar. Lamine Ba terlihat sudah melewati fase itu.
Dia bisa mencetak gol dengan kaki kanan, kiri, dan kepala. Gol-golnya akrobatik, salto, panenka, dan free kick.
Panggung yang Mulai Terlalu Sempit
Performa di kompetisi domestik saja sebenarnya sudah cukup untuk membuatnya diperbincangkan. Tapi Lamine Ba tidak berhenti di situ.
Ia juga tampil di turnamen internasional seperti LaLiga FC Futures dan IberCup Cascais 2026. Di sana, level permainan meningkat.
Bukan hanya mencetak gol, tapi juga menjadi pusat permainan. Sosok yang dicari saat tim butuh solusi.
Viral, Tapi Bukan Sekadar Cuplikan
Di era sekarang, viral sering kali menipu. Satu momen bagus bisa terlihat seperti konsistensi.
Tapi dalam kasus Lamine Ba, cuplikan yang beredar justru memperkuat apa yang sudah terjadi di lapangan.
Teknik dasar rapi, sentuhan pertama bersih, dan finishing yang tidak panik.
Hal-hal kecil yang biasanya sulit dimiliki pemain muda, justru jadi bagian dari permainannya sehari-hari.
Masih Panjang tapi Sudah Matang
Menyebutnya sebagai “calon bintang” mungkin terlalu cepat. Di usia seperti ini, banyak hal bisa berubah.
Tapi satu hal jelas: Lamine Ba sudah berada di jalur yang tidak biasa.
Bukan hanya karena jumlah golnya, tapi karena bagaimana ia mencetaknya—dengan kontrol, kesadaran, dan rasa percaya diri yang jarang terlihat di level U-13.
Dan untuk sekarang, itu sudah cukup untuk membuatnya layak diperhatikan.
Editor : Andi Chorniawan